Beberapa Uji Coba Calon Vaksin dan Obat Covid-19 yang Ditangguhkan

Kompas.com - 15/10/2020, 08:20 WIB
Ilustrasi vaksin corona SHUTTERSTOCK/PalSandIlustrasi vaksin corona

Menurut dia, jeda ini merupakan tindakan rutin yang harus dilakukan setiap kali ada penyakit yang berpotensi tidak dapat dijelaskan pada salah satu percobaan.

"Dalam uji coba besar, penyakit akan terjadi secara kebetulan tetapi harus ditinjau secara independen untuk memeriksanya dengan cermat," kata Soriot.

Beberapa saat ditangguhkan, uji coba vaksin ini pun kembali dilanjutkan setelah mendapat persetujuan dari regulator.

Sebuah komite independen yang dirancang untuk meninjau keselamatan uji coba vaksin telah menyimpulkan penyelidikannya dan merekomendasikan kepada Medicines Health Regulatory Authority (MHRA) untuk melanjutkan uji coba.

Meski sempat dihentikan, AstraZeneca berharap vaksin bisa tersedia pada akhir tahun ini atau awal tahun depan.

Baca juga: Sempat Disetop, Uji Coba Vaksin Corona dari Oxford Kembali Dilanjutkan

Johnson & Johnson

Vaksin Johnson & Johnson (J&J) merupakan vaksin kedua yang uji cobanya dihentikan sementara.

Dalam laman resminya, J&J menuliskan bahwa penangguhan ini dilakukan setelah adanya kasus gangguan kesehatan pada relawan.

Namun, tak diketahui secara pasti jenis masalah kesehatan yang muncul.

"Kami telah menghentikan sementara pemberian dosis lebih lanjut di semua uji klinis kandidat vaksin Covid-19 kami, termasuk uji coba ENSEMBLE Fase 3, karena penyakit yang tidak dapat dijelaskan pada peserta penelitian," tulis J&J.

Mereka menegaskan, gangguan kesehatan tersebut belum tentu berkaitan dengan vaksin yang diberikan pada relawan.

Baca juga: Pemerintah Tetapkan 6 Kelompok Prioritas Vaksin Covid-19, Bagaimana dengan Bayi?

Eli Lilly and Co

Sementara itu, obat antibodi Covid-19 yang dikembangkan oleh perusahaan AS Eli Lilly and Co juga ditangguhkan karena alasan keamanan.

"Karena sangat memperhatikan kehati-hatian, Dewan Pemantau Keamanan Data (DSMB) independen ACTIV-3 merekomendasikan jeda ini," kata Juru Bicara Eli Lilly, Molly McCully, dikutip dari Reuters, 14 Oktober 2020.

Kendati demikian, mereka tidak menjelaskan secara rinci dampak dari uji coba obat yang disebut sebagai ACTIV-3 itu.

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo Infografik: Ketentuan Soal Vaksinasi di Indonesia

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X