10 Negara Termiskin di Dunia, Semua dari Benua Afrika, Mana Saja?

Kompas.com - 13/10/2020, 19:50 WIB
Anak-anak pengungsi Burundi sedang mendengar pidato  Perdana Menteri Tanzania, Kassim Majaliwa, di kamp pengungsi  Kigoma, Tanzania. Associated Press/STRAnak-anak pengungsi Burundi sedang mendengar pidato Perdana Menteri Tanzania, Kassim Majaliwa, di kamp pengungsi Kigoma, Tanzania.

KOMPAS.com - Ratusan negara dari berbagai penjuru dunia kini telah berdiri dengan kondisi geografis dan demografis yang beragam.

Banyak di antaranya yang mampu memanfaatkan kondisi tersebut dengan baik, sebaliknya, banyak pula yang justru dirugikan karena kondisi tersebut.

Amerika Serikat, China, Jepang, dan Inggris sering menjadi sorotan karena unggul dalam berbagai hal termasuk perekonomian dari negara-negara lain.

Baca juga: 9 Negara Terkaya di Dunia 2020, Indonesia Nomor Berapa?

Di satu sisi, ada banyak negara kecil di dunia yang mengalami nasib yang sebaliknya.

Dalam menilai kemampuan serta kekayaan sebuah negara, angka Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita masyarakatnya sering dijadikan sebagai patokan utama.

Data dari International Monetary Fund World Economic Outlook menunjukkan bahwa saat ini sebagian besar negara dengan PDB per kapita terendah datang dari benua Afrika yang sebenarnya kaya akan mineral alam.

Baca juga: Laut Kaspia, Mengapa Danau Terbesar di Dunia Ini Disebut sebagai Laut?

Berikut 10 negara termiskin di dunia dilansir dari Global Finance:

1. Burundi

Selama dua pekan terakhir rakyat Burundi turun ke jalan melakukan unjuk rasa menentang keinginan Presiden Pierre Nkurunziza untuk memperpanjang masa jabatannya.LANDRY NSHIMIYE / AFP Selama dua pekan terakhir rakyat Burundi turun ke jalan melakukan unjuk rasa menentang keinginan Presiden Pierre Nkurunziza untuk memperpanjang masa jabatannya.

Negara kecil yang satu ini masih harus berjuang menghadapi konflik etnis Hutu dan Tutsi. Sekitar 90 persen dari hampir 12 juta warganya bergantung pada pertanian subsisten.

Sayangnya, kelangkaan pangan masih menjadi masalah utama.

Tingkat kerawanan pangan di Burundi hampir dua kali lebih tinggi dari rata-rata negara di wilayah Sub-Shara Afrika.

Bank Dunia mencatat akses ke air dan sanitasi masih sangat rendah, dan jumlah penduduk yang memiliki akses listirk kurang dari 5 persen.

Kurangnya infrastruktur, korupsi yang merajalela, dan masalah keamanan merupakan faktor utama penyebab munculnya kondisi kemiskinan ekstrem di negara ini.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Benua Afrika Relatif Rendah, Kenapa?

2. Republik Afrika Tengah

Beginilah kondisi angkutan pedesaan di Republik Afrika Tengah (CAR) setiap hari jika mereka bepergian, termasuk ke pasar. Truk selalu dijejali penumpang dan barang dengan tanpa mempedulikan keselamatan.Getty Images Beginilah kondisi angkutan pedesaan di Republik Afrika Tengah (CAR) setiap hari jika mereka bepergian, termasuk ke pasar. Truk selalu dijejali penumpang dan barang dengan tanpa mempedulikan keselamatan.

Kaya akan emas, minyak, uranium, dan berlian, Republik Afrika Tengah adalah negara yang sangat kaya yang dihuni oleh orang-orang yang sangat miskin.

Namun, setelah mengklaim gelar termiskin di dunia, negara berpenduduk hanya 4,9 juta ini menunjukkan beberapa tanda kemajuan.

Untuk pertama kalinya sejak kemerdekaannya dari Perancis pada 1960, Republik Afrika Tengah telah secara demokratis memilih seorang presiden pada 2016.

Mantan profesor matematika dan perdana menteri Faustin Archange Touadera, yang berkampanye sebagai pembawa damai yang dapat menjembatani kesenjangan.

Meski pemilihannya yang sukses dipandang sebagai langkah penting menuju rekonstruksi nasional, dengan sekitar 75 persen penduduk hidup di bawah garis kemiskinan dan sebagian besar negara masih dikendalikan oleh pemberontak anti-pemerintah dan kelompok milisi, jalan menuju pemulihan masih sangat banyak.

Baca juga: Menengok Bagaimana Ebola Membantu Afrika Menghadapi Virus Corona...

3. Republik Demokratik Kongo

Kaum pemuda mengisi jeriken dengan air di Ouesso, Republik Kongo. Sebagian besar orang di negara Afrika tengah hidup dalam kemiskinan dan memiliki sedikit persediaan medis atau sanitasi, tetapi masih harus menghadapi ancaman virus corona.Joyce Samoutou-Wong Kaum pemuda mengisi jeriken dengan air di Ouesso, Republik Kongo. Sebagian besar orang di negara Afrika tengah hidup dalam kemiskinan dan memiliki sedikit persediaan medis atau sanitasi, tetapi masih harus menghadapi ancaman virus corona.

Sejak memperoleh kemerdekaan dari Belgia pada 1960, Kongo telah menderita beberapa dekade akibat kediktatoran yang rakus, ketidakstabilan politik, dan kekerasan yang terus-menerus.

Namun, Kongo seperti melihat harapan baru setelah 4 Januari 2019, Felix Antoine Tshisekedi Tshilombo, putra pemimpin oposisi legendaris Etienne Tshisekedi, terpilih sebagai presiden baru.

Sementara itu, dengan 80 juta hektar lahan subur, lebih dari seribu mineral dan logam berharga di bawah permukaannya dan usia rata-rata warga negara hanya 17 tahun, Republik Demokratik Kongo, menurut Bank Dunia, memiliki potensi untuk menjadi salah satu negara Afrika terkaya dan pendorong pertumbuhan untuk seluruh benua.

Baca juga: Mengapa Virus Corona di Afrika Muncul Lebih Lambat dari Perkiraan?

Halaman Selanjutnya
Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X