Kompas.com - 11/10/2020, 07:00 WIB
Orang-orang menghadiri protes terhadap penanganan pandemi virus corona di Madrid, Spanyol, Minggu, 20 September 2020. Warga Spanyol melakukan protes di Madrid terkait penanganan pandemi virus corona oleh kepala daerah ibu kota Spanyol, yang telah memberlakukan pembatasan baru di lingkungan dengan tingkat penularan tertinggi. Tingkat penularan ibu kota Spanyol lebih dari 2 kali lipat rata-rata nasional, yang sudah memimpin grafik penularan Eropa. Tandanya dalam bahasa Spanyol cukup! David Obach/Europa Press via APOrang-orang menghadiri protes terhadap penanganan pandemi virus corona di Madrid, Spanyol, Minggu, 20 September 2020. Warga Spanyol melakukan protes di Madrid terkait penanganan pandemi virus corona oleh kepala daerah ibu kota Spanyol, yang telah memberlakukan pembatasan baru di lingkungan dengan tingkat penularan tertinggi. Tingkat penularan ibu kota Spanyol lebih dari 2 kali lipat rata-rata nasional, yang sudah memimpin grafik penularan Eropa. Tandanya dalam bahasa Spanyol cukup!

KOMPAS.com - Lonjakan kasus Covid-19 terjadi di sebagian wilayah Eropa dan disebut sebagai gelombang kedua pandemi corona.

Kasus-kasus baru ini muncul bahkan sebelum dimulainya musim flu.

Spanyol mengumumkan status darurat untuk Madrid minggu ini. Kemudian, Jerman meminta para tentara untuk membantu penelusuran kontak di titik-titik penyebaran baru wabah.

Sementara itu, Italia mewajibkan penggunaan masker di luar ruangan. Sistem kesehatan pun menghadapi permasalahan kritis dengan penuhnya rumah sakit-rumah sakit.

Para epidemiolog dan masyarakat menyalahkan pemerintah karena gagal mengontrol kemunculan kasus-kasus baru ini. 

Baca juga: WHO Sebut Penanganan Covid-19 di Eropa Menuju ke Arah yang Salah, Kenapa?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pembatasan sosial

Ketegangan pun muncul di berbagai kota dengan diberlakukannya kembali berbagai jenis pembatasan.

Terjadi protes dari pekerja minggu ini setelah ditutup kembalinya restoran, bioskop, dan sejumlah tempat umum lainnya.

"Kami telah tutup selama enam bulan. Restoran tidak buka dan jumlah kasus masih terus meningkat. Saya bukan ahlinya, tetapi dari sudut pandang saya, bukan kami yang bertanggungjawab atas pandemi ini," kata salah seorang pemilik restoran di Rumania, Marius Ciprian sebagaimana dikutip AP News, Sabtu (10/10/2020).

Mengkhawatirkan

Para ahli mengatakan bahwa tingkat infeksi yang tinggi di Eropa merupakan hasil dari pengetesan yang lebih luas, yaitu termasuk pada para pasien tanpa gejala.

Namun, tren yang ditunjukkan oleh kasus-kasus baru dianggap mengkhawatirkan.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.