Lebih dari 36.000 Jemaah Telah Selesai Jalani Umrah Tahap Pertama

Kompas.com - 10/10/2020, 16:33 WIB
Umat Muslim mengitari Kabah saat melakukan tawaf ibadah haji dengan penerapan protokol kesehatan di Masjidil Haram, Kota Mekah, Arab Saudi, Minggu (2/8/2020). Pelaksanaan haji yang istimewa tahun ini di tengah pandemi Covid-19 hanya diikuti sekitar 1.000 jemaah, dengan protokol kesehatan yang ketat. AFP/STRUmat Muslim mengitari Kabah saat melakukan tawaf ibadah haji dengan penerapan protokol kesehatan di Masjidil Haram, Kota Mekah, Arab Saudi, Minggu (2/8/2020). Pelaksanaan haji yang istimewa tahun ini di tengah pandemi Covid-19 hanya diikuti sekitar 1.000 jemaah, dengan protokol kesehatan yang ketat.

KOMPAS.com - Lebih dari 36.000 jemaah telah menjalankan umrah hingga hari keenam sejak dibukanya kembali umrah tahap pertama 4 Oktober lalu.

Pada tahap pertama ini, hanya warga Arab Saudi dan ekspatriat di wilayah kerajaan yang diizinkan untuk menjalankan umrah di Masjidil Haram, Mekkah dengan kapasitas sebesar 30 persen atau 6.000 orang per hari.

Melansir AA, 29 September 2020, selanjutnya, pada 18 Oktober mendatang, kerajaan akan mengizinkan 15.000 jemaah per hari untuk menjalankan umrah dan ibadah di Masjid Nabawi, Madinah.

Kemudian, pada 1 November, baik jemaah lokal maupun internasional akan diizinkan untuk menjalankan umrah.

Selain itu, Masjidil Haram dan Masjid Nabawi akan dibuka dengan kapasitas penuh dilengkapi langkah-langkah perlindungan terhadap potensi penyebaran virus corona.

Baca juga: Hotline Multibahasa untuk Calon Jemaah Umrah di Tengah Pandemi Corona

Rekrutmen ratusan pegawai 

Terbaru, diberitakan Arab News, Jumat (9/10/2020), lebih dari 500 pegawai telah direkrut untuk memandu para jemaah dalam menjalankan umrah.

Presiden Jenderal Dua Masjid Suci telah mempekerjakan 531 pegawai yang bekerja dalam tiga shift untuk menerima 6.000 jemaah setiap harinya.

Para jemaah akan dilayani dari saat tiba di Masjidil Haram hingga selesai menjalani rangkaian ibadahnya.

Pelayanan ini diberikan untuk memastikan bahwa para jemaah menjalani ibadah dengan cara yang aman.

Presidensi sendiri mengatakan bahwa langkah-langkah kesehatan yang ketat dilakukan untuk melindungi para jemaah dan membantu menghentikan kemungkinan penyebaran virus yang dapat terjadi.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X