Batas Tertinggi PCR Ditetapkan, Tarif Rp 900.000 Termasuk Apa Saja?

Kompas.com - 10/10/2020, 12:28 WIB
Ilustrasi tes Covid-19, deteksi Covid-19, pengujian virus corona. ShutterstockIlustrasi tes Covid-19, deteksi Covid-19, pengujian virus corona.

KOMPAS.com - Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan ( Kemenkes) meminta dinas kesehatan provinsi dan kabupaten/kota mengawasi penerapan harga tertinggi test Polymerase Chain Reaction ( PCR).

Batasan harga tertinggi test PCR yakni sebesar Rp 900.000.

Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Pelayanan Kesehatan, Abdul Kadir, menyebutkan, penetapan batas tertinggi biaya pengambilan swab dan pemeriksaan RT-PCR merupakan respons pemerintah atas kesenjangan harga pemeriksaan swab atau PCR di fasilitas pelayanan kesehatan.

"Persoalan kita adalah adanya disparitas (kesenjangan) harga. Adanya harga yang tidak seragam terkait dengan harga pemeriksaan yang ada. Untuk itulah penetapan batas tertinggi biaya pengambilan swab dan pemeriksaan RT-PCR mandiri," ujar Kadir dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, pekan lalu.

Sementara itu, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes, Widyawati menyebutkan, penetapan biaya pengambilan swab dan pemeriksaan PT-PCR telah melalui pembahasan bersama antara Kemenkes dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Baca juga: Mengapa Hasil PCR Seseorang di Beda Lokasi Tes Bisa Berbeda?

Penetapan biaya ini berdasarkan hasil survei dan analisis pada fasilitas pelayanan kesehatan.

"Untuk itu, tim BPKP dan tim Kementerian Kesehatan menyetujui batas tertinggi biaya pengambilan swab dan pemeriksaan RT-PCR mandiri yang bisa dipertanggungjawabkan untuk ditetapkan di masyarakat yaitu sebesar Rp 900.000," ujar Widyawati saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (3/10/2020).

Lalu, apa saja yang termasuk dalam paket pemeriksaan PCR dengan harga Rp 900.000 ini?

Widyawati mengungkapkan, biaya PCR Rp 900.000 ini terdiri atas:

  • Jasa layanan SDM yang terdiri atas dokter spesialis mikrobiologi klinik/patologi klinik, tenaga ekstraksi, tenaga pengambilan sampel dan Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM).
  • Bahan habis pakai termasuk di dalamnya alat pelindung diri (APD) level 3.
  • Reagen untuk ekstraksi dan PCR.
  • Overhead mulai dari pemakaian listrik hingga pengelolaan limbah.

Penetapan tarif ini berlaku setelah diterbitkan Surat Edaran Menteri Kesehatan.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X