Hotline Multibahasa untuk Calon Jemaah Umrah di Tengah Pandemi Corona

Kompas.com - 07/10/2020, 17:30 WIB
Suasana shalat tarawih yang digelar terbatas bagi petugas setempat di depan Kakbah, Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi, pada hari pertama bulan suci Ramadhan di tengah pandemi virus corona (Covid-19), Jumat (24/4/2020). Di tengah pandemi Covid-19, Ramadhan tahun ini berlangsung dengan suasana sepi, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. ANTARA FOTO/REUTERS/GANOO ESSASuasana shalat tarawih yang digelar terbatas bagi petugas setempat di depan Kakbah, Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi, pada hari pertama bulan suci Ramadhan di tengah pandemi virus corona (Covid-19), Jumat (24/4/2020). Di tengah pandemi Covid-19, Ramadhan tahun ini berlangsung dengan suasana sepi, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

KOMPAS.com - Menteri Urusan Agama Islam Arab Saudi, Abdelatif Al Sheikh, menginstruksikan layanan multibahasa otomatis untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan terkait ibadah umrah.

Dikutip dari Gulf News, ibadah umrah memang sudah mulai dibuka pada Minggu (4/10/2020), setelah lebih dari 7 bulan lamanya ditiadakan akibat pandemi virus corona.

Layanan multibahasa ini akan mengusung sejumlah bahasa berbeda. Yakni bahasa Arab, Inggris, Perancis, Turki, Hindi, Urdu, Hausa, Bengal, Amharik, dan Indonesia.

Masyarakat calon jemaah umrah bisa mengakses layanan ini setiap hari selama 24 jam, dengan menghubungi hotline 8002451000.

Sekretaris Jenderal Islamic Awareness, Sheikh Mohsen Al Harithi, menyebut layanan ini adalah upaya melayani "tamu Allah" khususnya terkait dengan aturan dari ibadah umrah dan kunjungan ke situs-situs suci yang ada di area ibadah.

Baca juga: Kemenag Susun Mitigasi Risiko Penyelenggaraan Umrah di Masa Covid-19

Layanan secara luring atau offline juga tersedia, yakni dengan keberadaan ahli agama, baik laki-laki maupun perempuan yang ditugaskan di stan khusus untuk memberi arahan kepada jemaah.

Sistem yang adalah tatap muka, namun tetap dilakukan berdasarkan syariah agama. Di sana, jemaah juga akan diberikan tips pencegahan virus vorona sebagaimana telah ditetapkan oleh otoritas kesehatan.

Ini menjadi cara Arab Saudi melindungi kesehatan para jemaah umrah yang datang untuk beribadah.

Menurut rencana Arab Saudi, ibadah umrah boleh dilaksanakan namun dengan pembatasan yang ketat.

Setidaknya di tahap pertama, dalam satu hari hanya ada 6.000 warga Saudi dan warga negara asing yang tinggal di wilayah Arab Saudi yang diizinkan melakukan ibadah umrah.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X