Kompas.com - 04/10/2020, 17:37 WIB
Ikan terbang atau flying fish. Shutterstock/Daniel HuebnerIkan terbang atau flying fish.

KOMPAS.com - Ikan merupakan salah satu kelompok vertebrata dengan jenis spesies yang sangat beragam.

Umumnya, morfologi tubuh ikan tak mendukung untuk hidup di luar permukaan air. Namun, ada jenis ikan yang bisa terbang di atas air layaknya seekor burung.

Adalah flying fish, jenis ikan yang bisa melompat dan terbang keluar dari permukaan air hangat di seluruh dunia.

Dikutip dari National Geographic, flying fish atau ikan terbang telah mengembangkan kemampuan itu untuk melarikan diri dari predator yang memangsa mereka.

Bentuk tubuh yang ramping membantu mereka dalam mengumpulkan cukup kecepatan di bawah air untuk menembus permukaan.

Sementara, bentuk sirip yang besar seperti sayap membuat mereka terbang ke udara.

Ketika akan terbang, ikan akan meluncur di bawah permukaan air dengan kecepatan tinggi, yaitu sekitar 37 mil per jam.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dengan mengarahkan tubuhnya ke atas, ikan itu menembus permukaan dan mulai meluncur dengan mengibaskan ekornya secara cepat saat berada di bawah permukaan.

Ikan tersebut kemudian terbang ke udara dengan ketinggian lebih dari 1 meter dan bermanuver jauh di atas air sampai 200 meter.

Setelah mendekati permukaan, flying fish dapat mengepakkan ekor dan meluncur tanpa sepenuhnya kembali masuk ke dalam air.

Sampai saat ini, tercatat ada 40 spesies ikan terbang yang ada dunia.

Baca juga: Banyak Diminati, Berikut Keistimewaan hingga Sejarah Ikan Cupang di Indonesia

Temuan fosil ikan terbang

Ilmuwan telah menemukan fosil ikan yang memiliki kemiripan bentuk tubuh dengan ikan terbang modern.

Dikutip dari Live Science, 7 Januari 2015, para ilmuwan menemukan spesies ikan yang diberi nama Wushaichtys exquisitus pada 2010.

Fosil tersebut berusia 235 juta hingga 242 juta tahun, ketika daerah tempat mereka tinggal adalah bagian dari perairan paling atas di Laut Palaeotethys kuno.

Selama periode ini, Wushaichthys hidup berdampingan dengan udang, ikan, moluska, dan reptil laut seperti ichthyosaurus berbentuk lumba-lumba.

Wushaichthys memiliki ukuran tubuh yang relatif kecil dengan panjang sekitar 5,2 sentimeter.

"Ketika fosil ikan dikumpulkan dalam penelitian lapangan, kami tidak tahu jenis ikan apa ini," kata penulis utama studi Guang-Hui Xu, ahli paleontologi vertebrata di Institut Paleontologi Vertebrata dan Paleoantropologi China.

"Setelah persiapan spesimen yang melelahkan dan memakan waktu sekitar tiga bulan, saya menyadari bahwa itu terkait dengan nenek moyang ikan terbang," lanjut dia.

Wushaichthys merupakan fosil ikan terbang paling tua yang pernah ditemukan.

Namun, temuan ini menunjukkan setidaknya satu perbedaan utama antara thoracopterids dan ikan terbang modern.

Meskipun ikan terbang modern semuanya bertelur, Wushaichthys jantan memiliki kail di sirip dubur, mirip dengan yang terlihat pada ikan vivipar modern.

Ini menunjukkan bahwa ikan tersebut melahirkan, seperti manusia dan paus.

"Kail ini memainkan peran penting dalam transfer sperma ke betina," kata Xu.

Baca juga: Benarkah Makan Ikan Bikin Pintar?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.