Dokter Sebut Usia dan Berat Badan Trump Tingkatkan Risiko Komplikasi Covid-19

Kompas.com - 02/10/2020, 20:30 WIB
Presiden AS Donald Trump dan istrinya, Melania sesaat setelah tiba kembali di Washington DC usai kunjungan kerja ke luar negeri selama sembilan hari. Brendan Smialowski / AFP Presiden AS Donald Trump dan istrinya, Melania sesaat setelah tiba kembali di Washington DC usai kunjungan kerja ke luar negeri selama sembilan hari.

 

KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa ia beserta istrinya, Melania Trump dinyatakan positif Covid-19.

Pengumuman itu tak lama setelah penasihat Trump, Hope Hicks juga dinyatakan positif Covid-19. Diketahui, Trump telah menghabiskan banyak kesempatan dekat dengan Hicks pada pekan ini.

Dokter telah memperingatkan bahwa Trump memiliki banyak faktor yang menempatkannya pada risiko komplikasi dari Covid-19, termasuk usia dan berat badan.

Baca juga: Lawan Trump di Pilpres AS 2020, Berikut Sepak Terjang Joe Biden

Seorang dokter perawatan intensif di rumah sakit St Vincent di Melbourne Dr Barry Dixon mengatakan, risiko Trump akan meningkat jika ia memiliki pneumonia.

"Dia memiliki risiko kematian yang jauh lebih tinggi jika dia memiliki pneumonia parah. Ada faktor risiko dan komorbid lain, seperti apakah Anda perokok berat, menderita diabetes, atau penyakit jantung," ujarnya, seperti dikutip dari The Guardian, Jumat (2/10/2020).

"Faktor risiko utama Trump yang kami ketahui adalah usianya dan fakta bahwa dia kelebihan berat badan. Itu akan menjadi faktor risiko tinggi," lanjutnya.

Baca juga: Bagaimana Cara Membedakan Flu dengan Covid-19?

Gejala ringan

Dixon mengatakan gejala ringan pada awalnya bukanlah indikator bahwa seseorang akan terhindar dari penyakit yang lebih parah.

Menurutnya, butuh waktu sekitar satu minggu untuk mengetahui apakah kondisi seseorang akan membaik atau menurun dengan cepat.

"Jika Anda melihat seseorang yang baru saja terpapar dan dites positif, biasanya mereka terlihat sehat. Tetapi kami akan memberi tahu pasien tersebut untuk datang ke rumah sakit jika mereka merasa sesak napas," jelas dia.

"Karena dalam minggu kedua virus itu, orang dapat berubah dari terlihat sangat baik menjadi sangat busuk bahkan hanya dalam 24 hingga 48 jam. Kemerosotannya cepat dan itu yang kami lihat pada Boris Johnson," sambungnya.

Baca juga: 5 Hal yang Perlu Diketahui soal OTG pada Covid-19

Profesor Christine Jekins dari The George Institute for Global Health menjelaskan, sulit untuk menilai risiko Trump tanpa memiliki akses ke catatan medisnya.

Akan tetapi, berdasarkan usia Trump, dia mengaku khawatir.

"Ketika Anda melihat Trump, dia terlihat kelebihan berat badan bagi saya dan dia berusia 74 tahun," kata Jekins.

"Saya tidak tahu apakah dia menderita hipertensi atau riwayat glukosa, tapi saya yakin dia adalah tipe orang yang tidak ingin ada yang tahu tentang kerentanan itu," lanjutnya.

Baca juga: Saat Pentagon Beda Pendapat dengan Trump...

Kondisi yang mendasari

Presiden Donald Trump memberi isyarat saat berbicara selama debat presiden pertama pada hari Selasa, 29 September 2020, di Case Western University dan Cleveland Clinic, di Cleveland, Ohio. AP/Julio Cortez Presiden Donald Trump memberi isyarat saat berbicara selama debat presiden pertama pada hari Selasa, 29 September 2020, di Case Western University dan Cleveland Clinic, di Cleveland, Ohio.

Meski mengklaim tidak memiliki kondisi yang mendasarinya, catatan medis yang dirilis Gedung Putih pada Februari 2018 lalu menunjukkan bahwa Trump memiliki penyakit jantung yang umum.

Dikutip dari Telegraph, Jumat (2/10/2020), Trump menjalani scan kalsium koroner sebagai bagian dari pemeriksaan fisik rutinnya dan memiliki skor 133.

Angka di atas 100 menunjukkan adanya plak dan pasien menderita penyakit jantung.

Baca juga: Mengenal TikTok, Aplikasi yang Akan Dilarang Trump

Pada saat itu, dokter mengetahui bahwa Trump mungkin mengalami serangan jantung dalam tiga sampai lima tahun, tetapi masaah itu dapat diatasi dengan obat penutun kolesterol.

Namun, tak diketahui apakah Trump benar-benar meminum obat itu.

Ada juga kekhawatiran bahwa presiden mungkin menderita kondisi neurologis setelah dalam beberapa kesempatan ia tampak goyah dan pidatonya terdengar tidak jelas.

Baca juga: Selain Membuat Kulit Lebih Cantik, Ini Manfaat Tempe bagi Kesehatan

Pada 13 Juni 2020, Trump menjelaskan di Twitter mengapa dia terlihat berjalan tersendat-sendat pada upacara pembukaan Akademi Militer AS sambil mengawasi kakinya sepanjang waktu.

Kendati dia mengklaim karena jaranan yang curam dan licin, tetapi spesialis mengatakan sepertinya dia mengalami masalah dengan keseimbangannya.

Tagar #TrumpIsNotWell pun terus menjadi tren di media sosial.

Baca juga: Ramai Tagar Indonesia Terserah, Apakah Tenaga Medis Menyerah?

KOMPAS.com/Dhawam Pambudi Infografik: Asal Usul Julukan Paman Sam Untuk Amerika Serikat


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X