PBB: Sebagian Besar Negara Gagal Melindungi Perempuan Selama Pandemi Corona

Kompas.com - 30/09/2020, 18:40 WIB
Ilustrasi PIXABAY/Free-PhotosIlustrasi

KOMPAS.com - Data PBB menunjukkan bahwa sebagian besar negara di dunia gagal untuk  melindungi wanita dan anak-anak perempuan selama pandemi Covid-19.

Pelacakan yang disebut dengan program global gender tracker ini mengamati bagaimana 206 negara dan wilayah di dunia merespons kekerasan yang terjadi kepada para wanita dan anak-anak perempuan, mendukung para pekerja yang tidak dibayar, dan menguatkan keamanan ekonomi perempuan.

Melansir The Guardian, Selasa (29/9/2020), 42 negara tidak memiliki kebijakan untuk mendukung para perempuan dalam masalah-masalah tersebut. 

Baca juga: PBB Sebut 463 Juta Anak di Dunia Tak Bisa Akses Pendidikan Daring

Hanya 25 negara yang menunjukkan langkah atau respons tertentu terhadap masalah-masalah yang dihadapi oleh para perempuan.

Di awal bulan ini, PBB memproyeksikan tingkat kemiskinan pada perempuan akan meningkat sebanyak 9,1 persen karena pandemi ini.

Pada Juli, McKinsey Global Institute melaporkan bahwa krisis yang terjadi telah membuat pekerjaan para perempuan 1,8 kali lebih rentan daripada pekerjaan laki-laki.

Baca juga: Kasus Pegawai Starbucks dan Pemahaman soal Pelecehan terhadap Perempuan...

Reformasi kebijakan

61 negara telah melakukan langkah-langkah untuk meringankan beban yang dipikul oleh para perempuan di dunia yang terus mengalami peningkatan selama pandemi.

"Krisis Covid-19 menjadi kesempatan bagi negara untuk mengubah model ekonomi yang ada menjadi model terbaru yang memprioritaskan keadilan sosial dan kesetaraan gender," kata Achim Steiner dari UNDP

Menurut Steiner, hasil dari pelacakan terhadap respons masalah gender ini dapat membantu mempercepat reformasi kebijakan, mulai dari memahami kesenjangan yang terjadi, mendanai, hingga menentukan kebijakan terbaik.

Baca juga: Penjelasan Starbucks soal Video Viral Pegawainya yang Diduga Lecehkan Perempuan dari Rekaman CCTV

Sementara, Direktur UNDP, Mirjana Spoljaric Egger mengatakan, banyak tindakan oleh pemerintah negara dalam menangani pandemi yang dapat menjadi kebijakan jangka panjang.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X