Gedung Perawatan Pasien Covid-19 Bertambah, Begini Respons IDI

Kompas.com - 29/09/2020, 18:48 WIB
Foto aerial suasana Wisma Atlet Pademangan di Jakarta, Minggu (27/9/2020). Pemerintah telah menyiapkan tower 8 Wisma Atlet Pademangan sebagai lokasi isolasi mandiri bagi OTG COVID-19 dengan kapasitas 1.548 pasien. ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJAFoto aerial suasana Wisma Atlet Pademangan di Jakarta, Minggu (27/9/2020). Pemerintah telah menyiapkan tower 8 Wisma Atlet Pademangan sebagai lokasi isolasi mandiri bagi OTG COVID-19 dengan kapasitas 1.548 pasien.

KOMPAS.com - Pemerintah tercatat beberapa kali menambahkan fasilitas ruang maupun gedung perawatan khusus untuk para pasien Covid-19.

Pertama pengoperasian 4 tower di Wisma Atlet di Kemayoran, Jakarta Pusat, sebagai ruang perawatan pasien virus corona dari tingkat ringan hingga sedang sejak 23 Maret 2020, sebagaimana diberitakan Kompas.com pada 22 Maret 2020.

Empat tower yang dibuka pertama kali adalah tower 1, 3, 6, dan 7. Dari empat tower yang dibuka, hanya tower 6 dan 7 yang digunakan untuk merawat pasien.

Sementara, tower 1 digunakan untuk ruangan petugas medis dan tower 3 untuk Posko GugusTugas Penanganan Covid-19.

Seiring bertambahnya kasus Covid-19 di Jakarta, diberitakan Kompas.com pada 20 September 2020, Satgas Penanganan Covid-19 pun membuka tower 5 dan 4 di Wisma Atlet Kemayoran untuk mengantisipasi lonjakan pasien.

Terakhir, Kompas.com memberitakan pada Senin (28/9/2020), Satgas Covid-19 juga membuka tower 8 di Wisma Atlet Pademangan untuk ruang perawatan dan isolasi.

Baca juga: UPDATE 29 September: 4.687 Pasien Covid-19 Dirawat di RS Darurat Wisma Atlet

Merespons bertambahnya fasilitas itu, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengingatkan pentingnya menambah jumlah tenaga kesehatan yang bertugas merawat pasien virus corona.

"Merespons penambahan RS Rujukan dan penambahan tempat tidur khusus Covid atau ruang isolasi, serta penyiapan tempat isolasi mandiri, diperlukan dukungan tenaga kesehatan yang cukup besar," kata Anggota Bidang Kesekretariatan, Protokoler, dan Public Relation PB IDI, Halik Malik kepada Kompas.com, Senin (28/9/2020) malam.

Berdasarkan alasan itu, IDI meminta adanya penambahan tenaga kesehatan.

Hal itu bertujuan agar tenaga medis dapat memberikan pelayanan yang optimal kepada pasien Covid-19 yang nantinya tertampung.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X