Hari Jantung Sedunia, Simak Cara Mencegah Penyakit Jantung Sejak Dini

Kompas.com - 29/09/2020, 17:00 WIB
Ilustrasi jantung yodiyimIlustrasi jantung

KOMPAS.com - Data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2015 menunjukkan, 70 persen dari 39,5 juta kematian di dunia disebabkan penyakit tidak menular.

Dari jumlah tersebut, 45 persen atau nyaris setengahnya disebabkan penyakit jantung dan pembuluh darah.

Karena itu sangat penting untuk menjaga jantung dengan rutin menjalani gaya hidup sehat.

Di antara berbagai faktor lain seperti makanan dan gaya hidup, stres adalah salah satu alasan terbesar yang memengaruhi kesehatan jantung seseorang.

Pada hari ini, 29 September 2020, seluruh dunia memperingati World Heart Day (WHD) atau Hari Jantung Sedunia.

Mengutip World Heart Federation (WHF), Selasa (29/9/2020) tahun ini Hari Jantung Sedunia diperingati dengan tagline "Use Heart to Beat CVD", atau menggunakan hati untuk melawan penyakit kardiovaskuler.

Penyakit kardiovaskuler (penyakit jantung dan stroke) adalah penyebab kematian nomor satu di dunia. Penyakit ini telah mengakibatkan 17,3 juta orang meninggal dunia setiap tahunnya.

Baca juga: 7 Cara Kurangi Risiko Penyakit Jantung, Sudah Tahu?

Sejarah Hari Jantung Sedunia

Pada Mei 2012, para pemimpin dunia berkomitmen untuk mengurangi kematian global akibat penyakit tidak menular (NCD) sebesar 25 persen pada tahun 2025.

Penyakit kardiovaskular (Cardiovascular disease/CVD) bertanggung jawab atas hampir setengah dari semua kematian yang disebabkan penyakit tidak menular.

Diinisiasi oleh Federasi Jantung Sedunia (WHF) tujuan peringatan Hari Jantung Sedunia adalah untuk memberi tahu orang-orang di seluruh dunia bahwa CVD, termasuk penyakit jantung dan stroke, adalah penyebab kematian utama di dunia.

Peringatan ini juga menyoroti tindakan yang dapat dilakukan individu untuk mencegah dan mengendalikan CVD.

Mengutip laman resmi WHF, peringatan Hari Jantung Sedunia juga bertujuan untuk mendorong edukasi tentang pengendalian faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit CVD.

Faktor risiko penyebab CVD, antara lain:

  • Merokok 
  • Pola makan yang tidak sehat
  • Kurang aktivitas fisik

Baca juga: 7 Cara Pencegah Penyakit Jantung

Hari Jantung di masa pandemi

Di masa pandemi Covid-19, pasien CVD dihadapkan pada ancaman ganda. Mereka tidak hanya lebih berisiko sakit parah bila terpapar virus corona, tetapi mereka juga mungkin mengalami kesulitan untuk mengakses perawatan jantung.

Oleh karena itu, WHF menjelaskan, tema Hari Jantung Sedunia tahun ini masih tetap bertujuan untuk tetap mempromosikan kesadaran soal bahaya penyakit CVD, sekaligus meningkatkan empati pada mereka yang terkena CVD.

WHF mengajak masyarakat untuk memahami apa yang diperlukan untuk menjaga kesehatan jantung, bertindak sesuai pengetahuan itu, dan mengubah perilaku untuk kualitas hidup yang lebih baik.

Selain itu, WHF juga mengajak semua pihak untuk bisa menjadi berkontribusi dalam kesehatan jantung, dengan cara:

  • Sebagai individu, Anda bisa memberi contoh perilaku menjaga kesehatan jantung bagi orang yang Anda cintai.
  • Sebagai tenaga kesehatan, untuk membantu pasien Anda membuat perubahan positif untuk kesehatan jantung mereka.
  • Sebagai pemberi kerja, untuk berinvestasi dalam kesehatan jantung karyawan Anda.
  • Sebagai pemangku kebijakan, untuk melaksanakan kebijakan dan inisiatif yang akan mengarah pada kesehatan jantung masyarakat yang lebih baik, seperti pajak gula, larangan merokok dan pengurangan polusi udara.

Baca juga: 10 Gejala Awal Penyakit Jantung pada Wanita yang Tak Boleh Diabaikan

Di Indonesia, penyakit ini masih menjadi penyebab kematian tertinggi karena merupakan pembunuh nomor satu.

Mengutip data dari Institute for Health Metric and Evaluation (IHME) per 2017, penyakit kardiovaskular (jantung dan stroke) menempati posisi tertinggi penyebab kematian di Indonesia.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X