Lebih dari 1 Juta Orang Meninggal Akibat Virus Corona, Ini Kata PBB

Kompas.com - 29/09/2020, 14:05 WIB
Petugas memakamkan jenazah COVID-19,  di TPU Pondok Ranggon, Jakarta, Selasa (8/9/2020). Petugas administrasi TPU Pondok Ranggon mengatakan saat ini jumlah makam yang tersedia untuk jenazah dengan protokol COVID-19 tersisa 1.069 lubang makam, dan diperkirakan akan habis pada bulan Oktober apabila kasus kematian akibat COVID-19 terus meningkat. ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJAPetugas memakamkan jenazah COVID-19, di TPU Pondok Ranggon, Jakarta, Selasa (8/9/2020). Petugas administrasi TPU Pondok Ranggon mengatakan saat ini jumlah makam yang tersedia untuk jenazah dengan protokol COVID-19 tersisa 1.069 lubang makam, dan diperkirakan akan habis pada bulan Oktober apabila kasus kematian akibat COVID-19 terus meningkat.

KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 terus berlangsung, angka kasus terus bergerak. Termasuk, angka kasus baru virus corona, kesembuhan, dan kematian.

Menurut data Worldometer, Selasa (29/9/2020) siang, angka kematian akibat Covid-19 di seluruh dunia sudah mencapai 1.006.381 kasus.

Tiga negara penyumbang angka kematian terbesar yakni Amerika Serikat dengan 209.808 kasus kematian, Brasil dengan 142.161 kematian, dan India dengan 96.351 kematian.

Angka kematian akibat virus corona yang mencapai 1 juta tersebut tidak sedikit.

Apalagi, kasus virus corona pertama kali diketahui akhir tahun lalu, artinya belum genap satu tahun.

Mengutip BBC, Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menyebutnya sebagai sesuatu yang 'mematikan pikiran' dan 'capaian yang menyakitkan'.

Baca juga: Kematian Covid-19 Tembus 1 Juta, Ini 20 Negara dengan Korban Terbanyak

Terlepas dari tingginya kasus kematian yang telah terjadi, Guterres tetap mengajak semua pihak untuk bahu-membahu mengatasi pandemi Covid-19 yang masih terjadi.

"Kita tidak boleh melupakan kehidupan setiap individu, mereka (korban bisa jadi) adalah ayah dan ibu kita, istri dan suami kita, saudara laki-laki dan perempuan kita, teman dan kolega kita," kata dia dalam pesan video.

Guterres mengatakan sakit yang melanda masyarakat dunia terasa semakin berlipat ganda akibat ganasnya penyakit yang belum ditemukan vaksinnya ini.

Virus corona tercatat telah tersebar di 188 negara, dengan lebih dari 33 juta kasus positif yang dikonfirmasi.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X