Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Geber Gas Sebelum Matikan Mesin Mobil, Perlukah Dilakukan?

Kompas.com - 27/09/2020, 20:02 WIB
Dandy Bayu Bramasta,
Inggried Dwi Wedhaswary

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Memiliki mobil jangan sekadar bisa mengendarainya, tetapi juga harus tahu cara memperlakukannya.

Misalnya, kebiasaan menginjak pedal gas sebelum mematikan mesin mobil, yang masih sering dilakukan pengendara mobil.

Dosen Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Dr Jayan Sentanuhudy, menilai, kebiasaan itu tidak akan memberikan efek apa pun pada mobil.

Apalagi, jika dipraktikkan untuk mobil-mobil seperti pada zaman sekarang.

"Enggak ada manfaatnya menurut saya, karena di teori juga enggak ada metode itu," kata Jayan saat dihubungi Kompas.com, Minggu (27/9/2020).

Meski demikian, menurut dia, ada yang menyebutkan bahwa hal itu dilakukan agar air pendingin yang berada di dalam silinder dapat terdorong keluar.

Jayan mengungkapkan, walau muncul narasi seperti itu, ia menilainya tidak masuk akal.

"Menggeber gas sebelum mesin dimatikan ini juga enggak ada di buku-buku, alasan pastinya saya enggak ngerti juga," kata Jayan.

Oleh karena itu, menurut Jayan, hal tersebut tidak perlu dilakukan.

Apalagi, mesin-mesin mobil saat ini dibekali dengan teknologi canggih dan modern.

"Dan kemudian, dengan teknologi mesin-mesin sekarang dan dengan material yang lebih bagus kan mesin sudah diatur sedemikian rupa," kata Jayan.

Baca juga: Posisi Kaki yang Benar Saat Mengendarai Mobil Transmisi Matik

Saran sebelum mematikan mesin mobil

ilustasi mobil untuk belajar yang dilengkapi dengan pedal gas dan rem di kursi instrukturwww.c-amackie.co.uk ilustasi mobil untuk belajar yang dilengkapi dengan pedal gas dan rem di kursi instruktur
Lebih lanjut, Jayan menyarankan agar mengikuti cara berikut untuk mematikan mesin mobil yang benar.

Ada beberapa komponen yang perlu dimatikan terlebih dahulu sebelum mematikan mesin mobil.

Di antaranya, pastikan air conditioner (AC) dalam posisi off atau mati, begitu juga komponen elektrikal lain seperti lampu dan audio.

"Idealnya seperti itu jadi bebannya itu direndahkan seminimal mungkin lah," kata Jayan.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Beredar Foto Cacing Berkepala Martil, Apakah Berbahaya?

Beredar Foto Cacing Berkepala Martil, Apakah Berbahaya?

Tren
Uang Pecahan Kecil Palsu Banyak Beredar Setelah Lebaran, BI Jelaskan Bedanya

Uang Pecahan Kecil Palsu Banyak Beredar Setelah Lebaran, BI Jelaskan Bedanya

Tren
5 Kampus Kedokteran Terbaik di Indonesia Versi QS WUR by Subject 2024

5 Kampus Kedokteran Terbaik di Indonesia Versi QS WUR by Subject 2024

Tren
Video Viral Pengemis Lansia di Kulonprogo Pukul Mobil yang Tak Beri Uang, Aksinya Disebut Bukan yang Pertama

Video Viral Pengemis Lansia di Kulonprogo Pukul Mobil yang Tak Beri Uang, Aksinya Disebut Bukan yang Pertama

Tren
Kala Sopir Bus Ajak Penumpangnya Rayakan Lebaran di Rumah Sang Mertua...

Kala Sopir Bus Ajak Penumpangnya Rayakan Lebaran di Rumah Sang Mertua...

Tren
Pasien Kanker Prostat Diprediksi Akan Naik Dua Kali Lipat dalam 20 Tahun, Ini Alasannya

Pasien Kanker Prostat Diprediksi Akan Naik Dua Kali Lipat dalam 20 Tahun, Ini Alasannya

Tren
Kisah Penjual di Tebet, Hampir Kena Tipu Jutaan Rupiah dengan Modus Bukti Transfer QRIS Palsu

Kisah Penjual di Tebet, Hampir Kena Tipu Jutaan Rupiah dengan Modus Bukti Transfer QRIS Palsu

Tren
Catat, Ini Kategori ASN yang Tidak Boleh WFH pada 16-17 April 2024

Catat, Ini Kategori ASN yang Tidak Boleh WFH pada 16-17 April 2024

Tren
Akibat Serangan Awal Iran, Israel Disebut Alami Kerugian Rp 1,6 Triliun

Akibat Serangan Awal Iran, Israel Disebut Alami Kerugian Rp 1,6 Triliun

Tren
Penembakan Bandara Internasional Kuala Lumpur, Satu Korban Luka akibat Salah Sasaran

Penembakan Bandara Internasional Kuala Lumpur, Satu Korban Luka akibat Salah Sasaran

Tren
Iran Serang Israel, Begini Respons Negara-negara Timur Tengah

Iran Serang Israel, Begini Respons Negara-negara Timur Tengah

Tren
Profil Bupati Maggarai Herybertus GL Nabit yang Pecat 249 Nakes

Profil Bupati Maggarai Herybertus GL Nabit yang Pecat 249 Nakes

Tren
Jika Israel Serang Balik Iran, Biden Pastikan AS Tak Akan Ikut Campur

Jika Israel Serang Balik Iran, Biden Pastikan AS Tak Akan Ikut Campur

Tren
Respons Pemimpin Dunia atas Serangan Iran ke Wilayah Israel

Respons Pemimpin Dunia atas Serangan Iran ke Wilayah Israel

Tren
Polisi Ungkap Dugaan Motif Penusukan Massal di Mal Australia

Polisi Ungkap Dugaan Motif Penusukan Massal di Mal Australia

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com