Kasus Corona di Madrid Melonjak, Menkes Spanyol Minta Utamakan Kesehatan Warga

Kompas.com - 27/09/2020, 17:29 WIB
Orang-orang menghadiri protes terhadap penanganan pandemi virus corona di Madrid, Spanyol, Minggu, 20 September 2020. Warga Spanyol melakukan protes di Madrid terkait penanganan pandemi virus corona oleh kepala daerah ibu kota Spanyol, yang telah memberlakukan pembatasan baru di lingkungan dengan tingkat penularan tertinggi. Tingkat penularan ibu kota Spanyol lebih dari 2 kali lipat rata-rata nasional, yang sudah memimpin grafik penularan Eropa. Tandanya dalam bahasa Spanyol cukup! David Obach/Europa Press via APOrang-orang menghadiri protes terhadap penanganan pandemi virus corona di Madrid, Spanyol, Minggu, 20 September 2020. Warga Spanyol melakukan protes di Madrid terkait penanganan pandemi virus corona oleh kepala daerah ibu kota Spanyol, yang telah memberlakukan pembatasan baru di lingkungan dengan tingkat penularan tertinggi. Tingkat penularan ibu kota Spanyol lebih dari 2 kali lipat rata-rata nasional, yang sudah memimpin grafik penularan Eropa. Tandanya dalam bahasa Spanyol cukup!

KOMPAS.com - Pemerintah Spanyol mendesak pihak berwenang di Madrid untuk memperketat pembatasan di seluruh kota.

Pihak berwenang Madrid sebelumnya telah memperpanjang pembatasan pada Jumat (25/9/2020), tetapi menolak seruan untuk mengunci seluruh kota.

Pada Sabtu (26/9/2020), Menteri Kesehatan Spanyol Salvador Illa mengatakan pembatasan saat ini tidak cukup jauh.

"Ada risiko serius bagi penduduk, bagi daerah tetangga," kata Illa, dikutip dari BBC, Sabtu (26/9/2020).

"Saya ingin mengulangi seruan agar langkah-langkah di Madrid ditinjau dengan mendengarkan ilmu pengetahuan, meninggalkan kepentingan politik, dan mengutamakan kesehatan warga negara," lanjutnya

Baca juga: Dari Flu Spanyol sampai Covid-19, Bagaimana Cara 8 Restoran Tertua di New York Ini Bertahan?

Setiap daerah di Spanyol bertanggung jawab atas perawatan kesehatan, sehingga pemerintah pusat tidak memiliki kekuasaan untuk memberlakukan pembatasan itu.

Ibu Kota Spanyol itu kembali menjadi episentrum wabah virus korona Spanyol, setelah mencatat 12.272 kasus baru pada Jumat.

Spanyol dan banyak negara lain di belahan bumi utara telah menyaksikan gelombang kedua pandemi virus corona dalam beberapa pekan terakhir.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga mengeluarkan peringatan keras tentang potensi kebangkitan virus di Eropa dan di tempat lain, seiring memasuki musim dingin.

Kepala Tim Darurat WHO Mike Ryan mempertanyakan apakah negara-negara Eropa telah benar-benar kehabisan semua alat yang mereka miliki untuk mencegah putaran kedua penguncian nasional.

"Penguncian hampir merupakan pilihan terakhir dan untuk berpikir bahwa kami kembali ke wilayah resor terakhir pada September, itu adalah pemikiran yang cukup serius," kata jelas dia.

Baca juga: Warga Spanyol Tuding Pemerintah Diskriminasi dalam Terapkan Lockdown Daerah Miskin

Situasi di Madrid

Wilayah Madrid menyumbang sekitar sepertiga dari semua kasus infeksi dan kematian di Spanyol.

Dalam beberapa pekan terakhir, kasus virus corona telah meningkat tajam, sehingga memberi tekanan pada sistem kesehatan karena penerimaan rumah sakit meningkat.

Dengan situasi yang semakin memburuk, pemerintah daerah Madrid telah memilih untuk tidak mengunci seluruh kota dan daerah sekitarnya.

Akan tetapi, pemerintah kemudian memutuskan akan memperluas pembatasan pergerakan ke delapan distrik lainnya, sehingga mempengaruhi sekitar satu juta orang.

Saat ini, pembatasan telah diberlakukan di 45 daerah di Madrid.

Mulai Senin (28/9/2020), penduduk hanya dapat meninggalkan zona mereka untuk pergi bekerja, sekolah, atau mencari perawatan medis.

Pertemuan sosial di setiap zona akan dibatasi hingga enam orang, taman umum akan ditutup, dan bisnis komersial harus tutup pada pukul 22.00.

Baca juga: WHO Sebut Penanganan Covid-19 di Eropa Menuju ke Arah yang Salah, Kenapa?


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X