WHO Sebut Penanganan Covid-19 di Eropa Menuju ke Arah yang Salah, Kenapa?

Kompas.com - 26/09/2020, 12:54 WIB
Warga Paris duduk di teras sebuah kafe-restoran di Rue Soufflot di Paris pada 2 Juni 2020, ketika kafe dan restoran dibuka kembali di Perancis, setelah berbulan-bulan ditutup akibat lockdown untuk mengekang penyebaran virus corona. AFP/CHRISTOPHE ARCHAMBAULTWarga Paris duduk di teras sebuah kafe-restoran di Rue Soufflot di Paris pada 2 Juni 2020, ketika kafe dan restoran dibuka kembali di Perancis, setelah berbulan-bulan ditutup akibat lockdown untuk mengekang penyebaran virus corona.

KOMPAS.com - Angka infeksi virus corona di Eropa terus mengalami peningkatan dalam beberapa waktu terakhir.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meminta agar pihak berwenang bekerja lebih keras demi menghentikan penyebaran, menjelang musim influenza.

"Eropa memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk menstabilkan situasi dan mengendalikan penularan," kata ahli darurat WHO Mike Ryan, dikutip dari Reuters, Sabtu (26/9/2020).

"Secara keseluruhan, di wilayah yang sangat luas itu kami melihat peningkatan penyakit yang mengkhawatirkan," lanjut dia.

Sementara itu, pemimpin teknis WHO untuk Covid-19 Maria Vab Kerkhove mengaku khawatir jika penanganan kasus di Eropa berjalan ke arah yang salah.

"Kami berada di akhir September dan kami bahkan belum memulai musim flu kami, jadi yang kami khawatirkan adalah kemungkinan tren ini terjadi di salah arah," kata dia.

Baca juga: Penanganan Covid-19, Apa yang Bisa Dipelajari Eropa dari Swedia?

Baik Ryan maupun Kerkhove, keduanya sepakat bahwa penguncian seharusnya menjadi upaya terakhir bagi sejumlah negara dalam menangani pandemi.

Ryan mengatakan, sebagian dari peningkatan kasus di Eropa karena kemampuan negara-negara dalam mendeteksi kasus lebih baik.

"Apakah kita benar-benar telah menghabiskan semua alat sehingga kita kembali ke penguncian sebagai solusi? Sejumlah negara di seluruh dunia tidak pernah harus melakukan penguncian," kata dia, dikutip dari Euro News, Jumat (25/9/2020).

Ia menyebut bahwa pelacakan kontak dan karantina telah berhasil di beberapa negara, tapi strategi itu tidak dilakukan dengan baik di negara lain.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X