Sinovac Optimistis Vaksin Virus Corona Siap Awal 2021

Kompas.com - 25/09/2020, 09:31 WIB
Calon vaksin Covid-19 buatan Sinovac Biotech dipamerkan di China International Fair for Trade in Services (CIFTIS) di Beijing, Minggu (6/9/2020). AFP/NOEL CELISCalon vaksin Covid-19 buatan Sinovac Biotech dipamerkan di China International Fair for Trade in Services (CIFTIS) di Beijing, Minggu (6/9/2020).
Penulis Mela Arnani
|

KOMPAS.com - Perusahaan farmasi China, Sinovac mengatakan bahwa vaksin virus corona yang dikembangkannya harus siap didistribusikan ke seluruh dunia pada awal 2021.

Hal tersebut diungkapkan pihak perusahaan pada Kamis (24/9/2020).

Yin Weidong, CEO Sinovac berjanji mengajukan permohonan ke Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) untuk menjual CoronaVac di AS jika berhasil melewati putaran ketiga dan terakhir pengujian pada manusia.

Baca juga: Update Vaksin Corona: Meningkat, Kini 5 Vaksin Disetujui Terbatas

Sementara itu, peraturan ketat di AS, UE, Jepang, dan Australia secara historis telah memblokir penjualan vaksin perusahaan China. Namun, Yin mengungkapkan bahwa keputusan ini bisa berubah.

"Pada awalnya, strategi kami dirancang untuk China dan Wuhan. Segera setelah itu, pada Juni dan Juli, kami menyesuaikan strategi untuk dunia," ujar Yin seperti dilansir dari ABC News (25/9/2020).

Yin menuturkan, dirinya sendiri menjadi salah satu dari kelompok yang pertama menerima vaksin eksperimental beberapa bulan lalu bersama dengan para peneliti setelah fase satu dan dua pengujian pada manusia tak menunjukkan efek samping yang serius.

Baca juga: Saat WHO Peringatkan tentang Bahaya Nasionalisme Vaksin...

Lebih lanjut, saat ini Sinovac bekerja sama dengan SinoPharm dan CanSino tengah mengembangkan salah satu dari empat kandidat vaksin virus corona teratas China.

SinoPharm, perusahaan milik negara, mempunyai dua kandidat vaksin virus corona yang masih dalam pengembangan.

Lebih dari 24.000 orang saat ini berpartisipasi dalam uji klinis CoronaVac di Brasil, Turki, dan Indonesia, di mana uji coba tambahan dijadwalkan akan dilakukan di Bangladesh, dan kemungkinan juga terlaksana di Chili.

Baca juga: Update Virus Corona di Dunia 25 September: 32,3 Juta Kasus | Google Maps Akan Rilis Daerah Sebaran Covid-19

Wabah serius

Ilustrasi vaksin Covid-19. (Do. Shutterstock) Ilustrasi vaksin Covid-19. (Do. Shutterstock)

Yin berujar, Sinovac memilih negara-negara tersebut karena kondisinya yang mengalami wabah serius.

Di samping itu, negara-negara ini mempunyai populasi yang besar, di mana kapasitas penelitian dan pengembangan vaksin terbatas.

Yin menuturkan, pihaknya akan memprioritaskan distribusi vaksin ke negara-negara yang menjadi tuan rumah uji coba CoronaVac pada manusia.

Baca juga: 5 Hal yang Perlu Diketahui soal OTG pada Covid-19

Sinovac juga telah memulai uji dosis kecil CoronaVac pada anak-anak dan orangtua di China, setelah melihat peningkatan jumlah kasus secara global di antara kedua kelompok tersebut.

Saat vaksin belum lulus uji klinis fase 3, di mana tahap ini merupakan standar yang diterima secara global, Sinovac telah menyuntikkan kandidat vaksin ke ribuan orang di China di bawah ketentuan penggunaan darurat.

China telah mengizinkan penggunaan darurat kandidat vaksin bagi orang-orang yang berisiko, seperti personel perbatasan dan pekerja medis jika perusahaan dapat menunjukkan adanya keamanan dan antibodi yang baik dari tes terhadap sekitar 1.000 orang.

Sinovac menerima persetujuan itu pada Juni bersama dengan SinoPharm dan CanSino.

Baca juga: Deretan Obat yang Diklaim Efektif untuk Covid-19, dari Dexamethasone hingga Hidroksiklorokuin

Karyawan Sinovac memenuhi syarat untuk penggunaan darurat vaksin karena wabah di dalam perusahaan akan melumpuhkan kemampuannya untuk mengembangkan vaksin.

Sekitar 90 persen staf perusahaan telah menerimanya.

"Kami yakin bahwa penelitian kami terhadap vaksin Covid-19 dapat memenuhi standar negara AS dan UE," kata Yin.

Baca juga: Bagaimana Vaksin Flu dapat Membantu Melawan Covid-19?

Pabrik Sinovac di selatan Beijing dibangun dalam beberapa bulan, di mana dari awal pabrik dirancang untuk memungkinkan Sinovac memproduksi setengah juta dosis vaksin dalam setahun.

Adapun fasilitas bio-secure telah mengisi botol-botol kecil dengan vaksin dan mengemasnya.

Perusahaan ini memproyeksikan akan mampu memproduksi beberapa ratus juta dosis baksin pada Februari atau Maret 2021.

Baca juga: Saat Masker Disebut Lebih Efektif Cegah Covid-19 Dibanding Vaksin...

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo Infografik: Membandingkan Efektivitas Berbagai Jenis Masker


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X