Kompas.com - 24/09/2020, 07:49 WIB

KOMPAS.com - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengingatkan, Indonesia akan mengalami resesi karena pertumbuhan ekonomi kuartal III-2020 diprediksi kembali minus antara 1,1 persen hingga 2,9 persen.

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Tanah Air di tengah pandemi virus corona hingga akhir tahun akan berada di kisaran minus 1,7 persen hingga 0,6 persen.

Pandemi virus corona berdampak besar pada sektor ekonomi, di mana sejumlah negara pun mengalami resesi.

Baca juga: Inggris Tumbang, Kini 10 Negara Jatuh ke Jurang Resesi

Apa itu resesi?

Melansir Forbes, 1 September 2020, resesi merupakan penurunan aktivitas ekonomi yang signifikan, berlangsung selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun.

Para ahli menyatakan, resesi terjadi ketika ekonomi suatu negara mengalami produk domestik bruto (PDB) negatif, tingkat pengangguran meningkat, penjualan ritel turun, serta ukuran pendapatan dan manufaktur menyusut dalam jangka waktu yang lama.

Sementara itu, Pengamat Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi menjelaskan, secara teoritis suatu negara dikatakan resesi, salah satunya disebabkan pertumbuhan ekonomi dua kuartal berturut-turut berada di nilai minus.

Indikator lain suatu negara mengalami resesi ada pada inflasi dan nilai kurs rupiah.

Baca juga: Apakah Indonesia Aman dari Resesi?

Apa penyebab resesi?

Ada lebih dari satu penyebab untuk memulai resesi, dari guncangan ekonomi yang tiba-tiba hingga dampak inflasi tak terkendali.

Berikut beberapa pendorong utama terjadinya resesi:

1. Guncangan ekonomi yang tiba-tiba

Guncangan ekonomi merupakan masalah kejutan yang menimbulkan kerusakan finansial serius.

Wabah virus corona yang mematikan ekonomi seluruh dunia, menjadi contoh terbaru dari gunccangan ekonomi yang tiba-tiba.

2. Utang yang berlebihan

Saat individu atau bisnis mempunyai terlalu banyak hutang, biaya membayar hutang dapat meningkat ke titik di mana penghutang tak dapat membayar tagihannya.

Baca juga: Di Ambang Resesi, Bagaimana Tips Mengatur Keuangan yang Baik?

3. Aset

Pengambilan keputusan investasi didorong oleh emosi, membuat ekonomi yang buruk dapat terjadi.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Viral soal Cerita Penumpang Mengaku Tertinggal KA yang Diberangkatkan Lebih Awal dari Yogyakarta, KAI Bersuara

Viral soal Cerita Penumpang Mengaku Tertinggal KA yang Diberangkatkan Lebih Awal dari Yogyakarta, KAI Bersuara

Tren
PSSI Gencar Naturalisasi Pemain, Apa Dampaknya bagi Sepak Bola Tanah Air?

PSSI Gencar Naturalisasi Pemain, Apa Dampaknya bagi Sepak Bola Tanah Air?

Tren
Video Viral Warga di Purbalingga Geruduk Rumah Kakek yang Diduga Sekap Gadis 12 Tahun

Video Viral Warga di Purbalingga Geruduk Rumah Kakek yang Diduga Sekap Gadis 12 Tahun

Tren
Posisi CPNS yang Mundur Bisa Digantikan Pelamar Peringkat di Bawahnya

Posisi CPNS yang Mundur Bisa Digantikan Pelamar Peringkat di Bawahnya

Tren
Kronologi Kecelakaan Maut di Menara Saidah, Pasutri Tewas, Sopir Pajero Jadi Tersangka

Kronologi Kecelakaan Maut di Menara Saidah, Pasutri Tewas, Sopir Pajero Jadi Tersangka

Tren
Unesco Tetapkan Tanjung Benoa Jadi Komunitas Siaga Tsunami

Unesco Tetapkan Tanjung Benoa Jadi Komunitas Siaga Tsunami

Tren
Jumlah CPNS yang Mengundurkan Diri Berkurang, Bagaimana dengan PPPK Guru dan Nonguru?

Jumlah CPNS yang Mengundurkan Diri Berkurang, Bagaimana dengan PPPK Guru dan Nonguru?

Tren
Bandung Masuk Kota dengan Makanan Tradisional Terbaik 2021 Versi TasteAtlas

Bandung Masuk Kota dengan Makanan Tradisional Terbaik 2021 Versi TasteAtlas

Tren
Ini Jadwal, Harga, dan Cara Beli Tiket Formula E Jakarta 2022

Ini Jadwal, Harga, dan Cara Beli Tiket Formula E Jakarta 2022

Tren
Tips Mengikuti UTBK-SBMPTN 2022 Gelombang II

Tips Mengikuti UTBK-SBMPTN 2022 Gelombang II

Tren
Mengenal Tes DNA, yang Siap Dilakukan Rezky Adhitya untuk Buktikan Status Anak

Mengenal Tes DNA, yang Siap Dilakukan Rezky Adhitya untuk Buktikan Status Anak

Tren
CPNS yang Mengundurkan Diri Berkurang Jadi 100 Orang, Ini Kata BKN

CPNS yang Mengundurkan Diri Berkurang Jadi 100 Orang, Ini Kata BKN

Tren
Apa Itu Yellow Notice? Diminta Polri ke Interpol Swiss untuk Cari Anak Ridwan Kamil

Apa Itu Yellow Notice? Diminta Polri ke Interpol Swiss untuk Cari Anak Ridwan Kamil

Tren
10 Penumpang Lion Air Ditinggalkan Pesawat, YLKI: Harus Ada Kompensasi

10 Penumpang Lion Air Ditinggalkan Pesawat, YLKI: Harus Ada Kompensasi

Tren
PPDB 2022, Ini 30 SMA dan SMK Terbaik di Jawa Timur

PPDB 2022, Ini 30 SMA dan SMK Terbaik di Jawa Timur

Tren
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.