Jika Terjadi Resesi Ekonomi, Apa Dampaknya pada Harga Bahan Pokok?

Kompas.com - 23/09/2020, 13:28 WIB
Suasana lorong di Pasar Cipete Selatan, Jakarta, Kamis (2/7/2020). KOMPAS.com/WAHYU ADITYO PRODJOSuasana lorong di Pasar Cipete Selatan, Jakarta, Kamis (2/7/2020).

KOMPAS.com - Menjelang akhir kuartal III tahun 2020, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Diberitakan Kompas.com, Selasa (22/9/2020), Sri Mulyani menyebut pada kuartal III 2020 perekonomian Indonesia akan mengalami kontraksi 2,9 persen hingga 1,1 persen.

Sebelumnya, pada kuartal II 2020, perekonomian Indonesia sudah mengalami kontraksi 5,32 persen.

Sri Mulyani juga menyebut, pertumbuhan ekonomi hingga akhir tahun diperkirakan berada pada kisaran minus 1,7 persen hingga 0,6 persen.

Sehingga, tidak menutup kemungkinan Indonesia akan mengalami resesi ekonomi, setelah dua kuartal berturut-turut mengalami kontraksi ekonomi.

Baca juga: Di Ambang Resesi, Bagaimana Tips Mengatur Keuangan yang Baik?

Jika terjadi resesi, apa dampaknya terhadap harga bahan pokok?

Pengamat ekonomi dari INDEF, Bhima Yudhistira, mengatakan resesi ekonomi yang terjadi pada 2020 ini akan berbeda dengan situasi krisis yang pernah dialami Indonesia pada 1998 lalu. 

Sehingga, ada perbedaan dampak resesi di tengah pandemi virus corona ini terhadap harga bahan pokok.

"Tahun 1998 itu terjadi kelangkaan pangan, harga pangan naik, harga susu naik, karena inflasinya 70 persen. Sementara yang terjadi sekarang ini justru indikasi deflasi, artinya harga-harga kebutuhan pokok, termasuk bahan makanan, cenderung menurun," kata Bhima saat dihubungi Kompas.com, Rabu (23/9/2020). 

Bhima menyebut, data per Agustus 2020 menunjukkan terjadi deflasi bahan makanan sebesar -1.29 persen secara bulanan atau -0.85 persen secara tahunan (year on year).

Halaman:

Sumber Kompas.com
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X