5 Negara yang Menunda dan Melanjutkan Pemilu di Masa Pandemi Corona

Kompas.com - 23/09/2020, 07:29 WIB
Ilustrasi pemilu. ShutterstockIlustrasi pemilu.

KOMPAS.com - Pandemi virus corona global yang dimulai pada akhir 2019 berdampak terhadap berbagai sisi kehidupan.

Tak hanya sektor kesehatan dan perekonomian, sejumlah agenda penting pun terpaksa harus diundur, demi mencegah kasus infeksi Covid-19 makin meluas.

Di antara agenda penting itu adalah pemilihan umum di sejumlah negara, termasuk di Indonesia.

Di Indonesia, Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 akan digelar di penghujung tahun 2020.

Namun, lonjakan kasus virus corona yang masih terjadi di Tanah Air pun akhirnya membuat sejumlah pihak bersuara agar pemerintah menunda Pilkada hingga tahun depan.

Baca juga: Pilkada di Tengah Pandemi, Pemerintah hingga KPU Dinilai Pertaruhkan Nyawa Rakyat

Lantas, bagaimana dengan pelaksanaan pemilu di sejumlah negara?

Beberapa negara tercatat telah memutuskan menunda pemilu hingga pandemi virus corona di wilayahnya terkendali.

Berikut daftar negara yang menunda pemilu:

  • Selandia Baru

Semula, Selandia Baru akan menggelar pemilu pada 19 September 2020. Akan tetapi, dengan munculnya kasus baru di negara itu, pemerintah menundanya selama empat pekan.

Selandia Baru sempat melaporkan nol kasus selama 102 hari. Negara itu kembali mengonfirmasi kasus baru di Auckland pada Agustus 2020 dan memaksa diterapkannya pembatasan.

Seiring melambatnya jumlah infeksi, Perdana Menteri Selandia Baru Ardern telah mencabut semua pembatasan di seluruh negeri sejak Senin (21/9/2020) kemarin.

Pembatasan di beberapa wilayah Auckland juga telah dilonggarkan dan memungkinkan pertemuan hingga 100 orang.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X