Sistem Peringatan Dini Banjir Bagi Jakarta, Begini Sejarah Bendung Katulampa

Kompas.com - 22/09/2020, 18:33 WIB
Bendungan Katulampa, Bogor, Senin (24/2/2020). Level ketinggian air di Bendung Katulampa mencapai 70 cm atau siaga 4. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOBendungan Katulampa, Bogor, Senin (24/2/2020). Level ketinggian air di Bendung Katulampa mencapai 70 cm atau siaga 4.
Penulis Mela Arnani
|

KOMPAS.com - Sejumlah wilayah di DKI Jakarta kembali direndam banjir akibat hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi pada Senin (21/9/2020) malam. 

Banjir yang menggenangi Ibu Kota disebabkan sejumlah faktor, di antaranya karena intensitas hujan tinggi yang terjadi di Jakarta maupun air kiriman dari wilayah Bogor.

Air kiriman tersebut mengalir dari wilayah Bogor ke Jakarta melalui Sungai Ciliwung.

Salah satu sistem peringatan dini bagi Jakarta, dalam kasus banjir yang merupakan air kiriman dari Bogor, adalah ketinggian air di Bendung Katulampa.

Bagaimana sejarah Bendung Katulampa?

 

Dikutip dari Harian Kompas, 6 November 1967, Bendung Katulampa terletak tak jauh dari Kota Bogor, tepatnya di Sidangrasa, Katulampa, Bogor, Jawa Barat.

Selain untuk sistem peringatan dini banjir bagi Ibu Kota, awalnya bendungan tersebut dibangun untuk irigasi sawah.

Harian Kompas, 14 Januari 2013, menuliskan Bendung Katulampa mulai direncanakan Pemerintah Hindia Belanda pada 1889, lalu selesai dibangun tahun 1911.

Konstruksi bangunan dibuat masa kolonial Belanda, dan masih baik hingga sekarang. Besi yang ada jarang berkarat dan kokoh.

Baca juga: Waspada Banjir Saat Musim Hujan, Kendalikan Banjir Jakarta dari Hulu

Fungsi rigasi

Bendung Katulampa mempunyai empat pintu penguras dan lima pintu irigasi dengan lebar bendungan 82,5 meter dan tinggi mercu dari dasar bendung 2,5 meter.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X