Kompas.com - 19/09/2020, 20:26 WIB

Adi mengatakan, suhu panas yang terasa di sejumlah wilayah ini karena saat kemarau jarang sekali ada awan, sehingga pancaran sinar matahari terasa lebih menyengat di siang hari.

"Pancaran sinar matahari berasa lebih menyengat di siang hari, terutama dar jam 13.00-14.00 WIB sebagai waktu suhu udara mencapai maksimum. Suhu udara harian bisa mencapai 33-34 derajat celsius," ujar Adi.

Terkait keberadaan awan, Adi menyebutkan, tidak ada hujan saat kemarau membuat partikel debu juga ikut menambah rasa gerah atau panasnya suhu yang dirasa saat siang hari.

Panas didukung kelembaban udara

Sementara itu, Kepala Bidang Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG, Miming Saepudin mengatakan, tidak hanya minimnya awan yang menjadikan suhu terasa panas, namun kondisi ini juga didukung oleh faktor kelembaban udara.

"Suhu panas tersebut dipicu oleh kondisi cuaca cerah pada siang hari di wilayah Jawa hingga Nusa Tenggara, tutupan awan biasanya dapat mengurangi teriknya pancaran sinar matahari menjadi sangat minim," ujar Miming saat dihubungi terpisah oleh Kompas.com, Sabtu (19/9/2020).

"Belum lagi didukung dengan kondisi kelembaban udara yang relatif kering, sehingga dapat menambah kondisi panas terik pada siang hari," lanjut dia.

Menurut dia, kondisi suhu panas pada siang hari tersebut masih dapat terjadi untuk dua hari ke depan, terutama di wilayah Jawa hingga Nusa Tenggara.

Tak hanya itu, kata dia, potensi hujan masih dapat terjadi kemungkinan antara kisaran ringan hingga sedang di wilayah Banten, Jawa Barat, dan Jawa Tengah, terutama pada siang-sore hari.

Miming mengatakan, gejala suhu udara yang menjadi lebih panas menandakan akan terjadi hujan di wilayah tersebut.

"Biasanya kalau kondisi panasnya disertai rasa udara yang gerah itu menunjukkan hujan dapat terjadi di suatu wilayah," ujar Miming.

Baca juga: Suhu California Hampir Capai 50 Derajat Celsius, KJRI LA Rilis Imbauan untuk WNI

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.