94 Peserta SKB CPNS Positif Covid-19, Bagaimana Pelaksanaan Tesnya?

Kompas.com - 19/09/2020, 09:45 WIB
UJIAN SKB—Ratusan peserta mengikuti ujian SKB CPNSD 2019 Kota Madiun tahun 2019 di Wisma Haji Kota Madiun, Rabu (2/9/2020). KOMPAS.COM/Dokumentasi Kominfo Kota MadiunUJIAN SKB—Ratusan peserta mengikuti ujian SKB CPNSD 2019 Kota Madiun tahun 2019 di Wisma Haji Kota Madiun, Rabu (2/9/2020).

KOMPAS.com - Proses seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2019 sudah memasuki tahap Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

Proses ini tetap berjalan di tengah situasi pandemi Covid-19 yang masih melanda Indonesia.

Risiko adanya peserta yang menjadi salah satu pasien Covid-19 pun telah diperhitungkan oleh Badan Kepegawaian Negara ( BKN) sebagai pihak penyelenggara seleksi.

Diketahui sejumlah peserta tes SKB telah melaporkan bahwa dirinya positif terinfeksi virus corona Covid-19.

Tetap bisa mengikuti tes

Namun BKN menyebut tidak akan mengurangi kesempatan peserta menjadi seorang abdi negara. Peserta yang terinfeksi ini tetap diperbolehkan mengikuti SKB, sesuai dengan kondisi kapan mereka melaporkan ke panitia.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Hukum Dan Kerja Sama BKN, Paryono menyebut ada dua mekanisme pelaksanaan SKB bagi mereka yang terkena Covid-19.

Baca juga: Peserta CPNS Ternyata Positif Corona, Sempat Ikut SKB di UNY, 30 Orang Panitia Diswab

Pertama, bagi peserta yang melaporkan diri pada masing-masing instansi sebelum waktu pelaksanaan tes, maka mereka akan dijadwalkan ulang untuk SKB di kemudian hari.

"Ada beberapa yang sudah lapor, mereka kita jadwalkan dan tetap ikut seleksi. Ada 94 orang yang sudah melapor," kata Paryono, Sabtu (19/9/2020) pagi.

Penjadwalan ulang ini dapat dilakukan, karena mereka telah melapor pada instansi dan instansi meneruskan laporan itu pada BKN.

"Akan dijadwalkan ulang nanti di akhir sesi. Di akhir nanti, kalau semua sudah selesai baru yang (peserta) Covid ini kita jadwalkan. Kalau sudah kita jadwalkan terus mereka tidak hadir ya otomatis nanti gugur dia," jelas dia.

Paryono menyebut penjadwalan ulang tidak dilakukan satu per satu peserta, namun mereka yang sudah melaporkan terkena Covid-19 ini akan dijadwalkan bersama-sama.

Namun, Paryono menegaskan tes akan tetap dilakukan di lokasi yang sama dengan yang telah dipilih sebelumnya. Artinya peserta tidak akan melakukan tes dari rumah masing-masing atau tempat yang lainnya.

"Tes tetap dilakukan di tempat-tempat tes, tidak di rumah," kata Paryono.

Ruang terpisah

Kemudian yang kedua, bagi mereka yang melaporkan kondisi diri terkena Covid-19 di hari pelaksanaan tes. Mereka tetap akan diberikan kesempatan untuk mengikuti tes di hari itu juga, sesuai dengan jadwal.

Paryono mengakui terdapat kasus peserta yang melaporkan terkena Covid di hari-H pelaksanaan tes.

"Tapi yang sudah hadir di BKN ada beberapa juga kemarin itu. Jadi mereka tidak melapor ke instansi, langsung datang terus bilang ke panitia 'Pak, saya positif Covid-19', wah langsung kita siapkan semuanya," sebut Paryono.

Mereka akan ditempatkan di ruang terpisah dan dijaga oleh panitia yang mengenakan alat perlindungan diri (APD) sebagaimana menangani orang dengan Covid-19.

"Jadi kalau mereka hadir, orang peserta Covid ini hadir pada jadwal mereka, kalau hadir ke BKN, ini kita siapkan protokol khusus dan tempat yang khusus untuk mereka. Yang petugasnya pakai APD dan sebagainya, tempatnya juga kita sediakan khusus," ungkap Paryono.

Pihaknya belum mengetahui berapa persis jumlah peserta SKB yang melapor Covid-19 di hari pelakanaan tes, namun ia menyebut ada sekitar 5-6 orang peserta.

Baca juga: Kemendagri Ralat Jadwal Pelaksanaan SKB CPNS, Simak Penjelasannya...

Terakhir, Paryono menegaskan mereka yang terinfeksi Covid-19 dan mengikuti tes sesuai jadwal akan ditempatkan di ruang khusus, yang berbeda dengan ruangan khusus bagi peserta yang memiliki suhu tubuh di atas 37,3 derajat Celcius.

Sebagai informasi, peserta yang diketahui memiliki suhu di atas standar yang ditetapkan juga akan dipisah dari peserta lainnya.

"Enggak (dicampur). Jadi gini, kalau yang suhu di atas 37,3 itu kan belum tentu Covid kan? Itu juga kita sendirikan ruangnya. Ini juga sudah ada beberapa, tapi tidak terlalu banyak," sebut Paryono.


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penelitian Baru Tunjukkan Covid-19 Sudah Ada di Amerika sejak Desember

Penelitian Baru Tunjukkan Covid-19 Sudah Ada di Amerika sejak Desember

Tren
[POPULER TREN] Indofood Group Buka Lowongan Kerja di Banyak Posisi | Berbagai Penelitian Golongan Darah dan Risiko Covid-19

[POPULER TREN] Indofood Group Buka Lowongan Kerja di Banyak Posisi | Berbagai Penelitian Golongan Darah dan Risiko Covid-19

Tren
Pecah Rekor 8.369 Kasus dalam Sehari, Berikut 3 Provinsi yang Catatkan Kasus Covid-19 Lebih dari 1.000

Pecah Rekor 8.369 Kasus dalam Sehari, Berikut 3 Provinsi yang Catatkan Kasus Covid-19 Lebih dari 1.000

Tren
Ramai soal Insentif Prakerja Disebut Akan Ditunda Mulai 15 Desember-5 Januari 2021, Ini Penjelasannya...

Ramai soal Insentif Prakerja Disebut Akan Ditunda Mulai 15 Desember-5 Januari 2021, Ini Penjelasannya...

Tren
Penjelasan BRI soal Adanya Notif SMS Dana BLT UMKM tetapi Belum Terdaftar di eform.bri.co.id

Penjelasan BRI soal Adanya Notif SMS Dana BLT UMKM tetapi Belum Terdaftar di eform.bri.co.id

Tren
Menantikan Kemeriahan Djakarta Warehouse Project Virtual dan Cara Daftar V-Pass DWP 2020...

Menantikan Kemeriahan Djakarta Warehouse Project Virtual dan Cara Daftar V-Pass DWP 2020...

Tren
Pilkada 2020, Menyoal Petugas KPPS yang Akan Datangi Pasien Covid-19 Saat Pencoblosan

Pilkada 2020, Menyoal Petugas KPPS yang Akan Datangi Pasien Covid-19 Saat Pencoblosan

Tren
[HOAKS] Vaksin Covid-19 Disimpan pada Suhu Dingin Bisa Sebabkan Manipulasi Genetik

[HOAKS] Vaksin Covid-19 Disimpan pada Suhu Dingin Bisa Sebabkan Manipulasi Genetik

Tren
INFOGRAFIK: Daftar 14 Provinsi yang Bebaskan Denda Pajak Kendaraan

INFOGRAFIK: Daftar 14 Provinsi yang Bebaskan Denda Pajak Kendaraan

Tren
Hindari Bencana Kekeringan dengan Teknik Meredupkan Matahari? Ini Tanggapan BMKG...

Hindari Bencana Kekeringan dengan Teknik Meredupkan Matahari? Ini Tanggapan BMKG...

Tren
Foto Viral Menu Indomie Goreng Topping Emas 24 Karat di Dubai, Ini Penjelasan Indofood

Foto Viral Menu Indomie Goreng Topping Emas 24 Karat di Dubai, Ini Penjelasan Indofood

Tren
BSU Belum Juga Cair? Ini Penjelasan Kemenaker...

BSU Belum Juga Cair? Ini Penjelasan Kemenaker...

Tren
Sejarah Hari Disabilitas Internasional dan Upaya Memenuhi Hak Penyandang Disabilitas...

Sejarah Hari Disabilitas Internasional dan Upaya Memenuhi Hak Penyandang Disabilitas...

Tren
[KLARIFIKASI] Informasi Penerimaan Pegawai di Biro Umum & PBJ Setjen Kemendikbud

[KLARIFIKASI] Informasi Penerimaan Pegawai di Biro Umum & PBJ Setjen Kemendikbud

Tren
Kemenag Salurkan BSU Rp 1,8 Juta untuk Guru Non-PNS, Ini Rinciannya...

Kemenag Salurkan BSU Rp 1,8 Juta untuk Guru Non-PNS, Ini Rinciannya...

Tren
komentar
Close Ads X