Jurnalis Jadi Korban Doxing, Bagaimana Dampak dan Cara Mencegahnya?

Kompas.com - 12/09/2020, 15:29 WIB
Ilustrasi hacker ShutterstockIlustrasi hacker

KOMPAS.com - Sejumlah jurnalis media mainstream mengalami apa yang disebut dengan doxing dalam beberapa waktu terakhir. 

Terbaru adalah jurnalis media online Liputan6.com Cakrayuni Nuralam, mengalami teror berupa doxing atau penyebarluasan informasi pribadi kepada publik.

Tidak hanya Cakrayuni yang mengalami, keluarganya juga terkena doxing.

Sebelumnya seperti diberitakan Kompas.com (28/5/2020), doxing juga sempat dialami oleh jurnalis Detik.com.

Selain doxing, saat itu jurnalis Detik.com juga mengalami intimidasi lantaran diserbu pengemudi ojek online yang membawa makanan kepadanya. Padahal, jurnalis tersebut tidak memesan makanan melalui aplikasi online.

Baca juga: Jurnalis Pemeriksa Fakta Jadi Korban Doxing, Liputan6.com Tempuh Jalur Hukum

Apa itu doxing?

Ketua Divisi Advokasi Aliansi Jurnalis Indonesia ( AJI) Jakarta, Erick Tanjung mengatakan, doxing adalah tindakan penyebaran data-data pribadi di dunia maya.

Erick menambahkan, hal itu ditujukan untuk menyerang, membunuh karakter dan melemahkan seseorang atau persekusi online.

" Doxing bertujuan menyerang dan melemahkan seseorang atau persekusi online. Selain itu, juga salah satu ancaman dalam kebebasan pers," kata Erick saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (12/9/2020).

"Doxing terhadap jurnalis adalah salah satu bentuk kekerasan terhadap jurnalis," imbuh Erick.

Lebih lanjut, menurut Erick, perbuatan doxing ini juga bisa masuk dalam ranah pelanggaran Undang-Undang Pers Pasal 18 Ayat (1), yang tertulis:

"Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp. 500.000.000,00 (Lima ratus juta rupiah)."

Baca juga: AJI Jakarta Desak Polisi Usut Dugaan Doxing dan Intimidasi ke Jurnalis Detik.com

Merusak privasi seseorang

Sementara itu, Dosen Ilmu Komputer Universitas Sebelas Maret, Surakarta Rosihan Ari Yuana menyatakan, doxing dapat berakibat rusaknya privasi seseorang.

Menurut Rosihan, sebenarnya secara umum doxing bukan lah praktik yang ilegal namun kerap kali disalahgunakan.

Sebab beberapa orang memang berkeinginan identitasnya diketahui oleh banyak orang. Namun tidak sedikit yang tidak ingin identitasnya diungkap di publik. 

"Tidak semua orang ingin identitasnya diketahui banyak orang, namun ada juga orang yang memang ingin identitasnya diketahui banyak orang," kata Rosihan saat dihubungi pada hari yang sama.

Apabila doxing dilakukan terhadap orang yang selalu menjaga privasi maka jelas akan berdampak negatif.

Dia menambahkan, bagi artis atau public figur tentu doxing ini bisa jadi tidak akan menjadi masalah.

"Ada sebagian orang yang memang membolehkan data pribadinya dipublish dan ada yang tidak. Tapi jika data pribadi itu disebarkan dengan tujuan menghukum atau meneror seseorang ini yang bermasalah dan tidak diperbolehkan," jelas dia.

Baca juga: Cara Membuat Password yang Aman dari Peretasan

Pencegahan

Oleh karena itu, Rosihan memiliki sejumlah saran agar seseorang tidak mengalami tindakan doxing.

Dia menyarankan, apabila data pribadi ingin tetap aman, sebaiknya hindari memposting hal-hal yang berbau privasi ke dunia maya.

"Jangan posting data pribadi kita di sosial media atau yang lainnya. Para pelaku doxing itu kemungkinan mendapatkan data-data seseorang itu dari internet, dari jejak-jejak digital yang ditinggalkan," jelas Rosihan.

Dikutip dari web penyedia antivirus norton.com, berikut sejumlah tips menghindari doxing: 

1. Jangan berlebihan

Jangan berlebihan di media sosial atau forum online. Berbagi informasi pribadi dapat dengan mudah memberi peluang kejahatan bagi pelaku.

Baca juga: Komite Keselamatan Jurnalis Sebut Peretasan Media Jadi Ancaman Baru

2. Ubah pengaturan privasi Anda

Jadikan postingan Anda di situs media sosial bersifat pribadi sehingga hanya orang-orang tertentu yang dapat melihatnya.

Jangan berikan informasi pribadi saat mendaftar ke platform media sosial, jangan berikan detail pribadi, seperti tanggal lahir, kota asal, sekolah menengah, atau informasi perusahaan Anda.

3. Gunakan VPN

Mendaftar dengan jaringan pribadi virtual, atau VPN, dapat membantu melindungi informasi pribadi Anda dari pelaku kejahatan.

Saat Anda terhubung ke internet dengan masuk ke VPN terlebih dahulu, alamat IP asli Anda akan disembunyikan. Artinya, peretas tidak akan dapat melacak alamat ini untuk lokasi Anda atau informasi identitas lainnya.

4. Waspada terhadap email phishing

Doxers mungkin menggunakan penipuan phishing untuk menipu Anda agar mengungkapkan alamat rumah, atau bahkan kata sandi Anda.

Berhati-hatilah setiap kali Anda menerima pesan yang diduga berasal dari bank atau perusahaan kartu kredit dan meminta informasi pribadi Anda. Lembaga keuangan tidak akan pernah meminta informasi ini melalui email.

5. Informasi tertentu tidak boleh dibagikan

Pastikan untuk tidak pernah memposting informasi tertentu secara online, seperti alamat rumah, nomor SIM/telepon, dan informasi apa pun terkait rekening bank atau nomor kartu kredit.

Ingat, peretas dapat mencegat pesan email, jadi Anda tidak boleh menyertakan detail pribadi dalam email Anda.

Baca juga: Akun Twitter Ahli Epidemiologi UI Pandu Riono Diretas


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Panduan Naik KRL Jogja-Solo, dari Cara Bayar hingga Larangannya

Panduan Naik KRL Jogja-Solo, dari Cara Bayar hingga Larangannya

Tren
PPKM Jawa-Bali Diperpanjang hingga 8 Februari, Ingat Lagi Aturan Pembatasannya

PPKM Jawa-Bali Diperpanjang hingga 8 Februari, Ingat Lagi Aturan Pembatasannya

Tren
Aktivitas Gempa Meningkat pada Januari 2021, Simak Analisis BMKG

Aktivitas Gempa Meningkat pada Januari 2021, Simak Analisis BMKG

Tren
Apa Itu Xenophobia dan Bagaimana Mengatasinya?

Apa Itu Xenophobia dan Bagaimana Mengatasinya?

Tren
Hari Peluk Diperingati Setiap 21 Januari, Bagaimana Sejarahnya?

Hari Peluk Diperingati Setiap 21 Januari, Bagaimana Sejarahnya?

Tren
Update Terkini Vaksinasi Covid-19 di Sejumlah Daerah

Update Terkini Vaksinasi Covid-19 di Sejumlah Daerah

Tren
Simak, Ini Penjelasan Mengenai Puting Beliung dan Waterspout...

Simak, Ini Penjelasan Mengenai Puting Beliung dan Waterspout...

Tren
4 Daerah Berikut Laporkan Penuhnya Ruang Perawatan Pasien Covid-19, Mana Saja?

4 Daerah Berikut Laporkan Penuhnya Ruang Perawatan Pasien Covid-19, Mana Saja?

Tren
Viral Video Pohon Berasap di Kota Bandung, Bagaimana Ceritanya?

Viral Video Pohon Berasap di Kota Bandung, Bagaimana Ceritanya?

Tren
Berikut Negara-negara yang Menyetujui Penggunaan Vaksin Sinovac untuk Lawan Covid-19, Mana Saja?

Berikut Negara-negara yang Menyetujui Penggunaan Vaksin Sinovac untuk Lawan Covid-19, Mana Saja?

Tren
Daftar 108 Daerah Berstatus Zona Merah Covid-19 di Indonesia, Jawa Tengah Masih Tertinggi

Daftar 108 Daerah Berstatus Zona Merah Covid-19 di Indonesia, Jawa Tengah Masih Tertinggi

Tren
60 Negara Melaporkan Strain Baru Virus Corona Inggris, Bagaimana dengan Indonesia?

60 Negara Melaporkan Strain Baru Virus Corona Inggris, Bagaimana dengan Indonesia?

Tren
Update Corona di Dunia 21 Januari 2021: 97,2 Juta Kasus, 2,08 Juta Orang Meninggal | Rekor Kasus Covid-19 Harian dan Kematian di Portugal

Update Corona di Dunia 21 Januari 2021: 97,2 Juta Kasus, 2,08 Juta Orang Meninggal | Rekor Kasus Covid-19 Harian dan Kematian di Portugal

Tren
Puting Beliung di Waduk Gajah Mungkur Wonogiri, Ini Cara Selamatkan Diri Menurut BNPB

Puting Beliung di Waduk Gajah Mungkur Wonogiri, Ini Cara Selamatkan Diri Menurut BNPB

Tren
Ramai soal Waterspout di Waduk Gajah Mungkur Wonogiri, Apa Penyebabnya?

Ramai soal Waterspout di Waduk Gajah Mungkur Wonogiri, Apa Penyebabnya?

Tren
komentar
Close Ads X