Kuota Gratis Kemendikbud, Ini Cara Mendapatkannya untuk Pelanggan Axis dan XL

Kompas.com - 11/09/2020, 10:46 WIB
Sejumlah pelajar melakukan kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di Balai Warga RT 05/RW 02 Kelurahan Galur, Johar Baru, Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2020). JAK Wifi adalah program internet gratis dari Pemprov DKI Jakarta yang ditujukan untuk pelajar di permukiman padat penduduk yang kesulitan mengakses internet. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGSejumlah pelajar melakukan kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di Balai Warga RT 05/RW 02 Kelurahan Galur, Johar Baru, Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2020). JAK Wifi adalah program internet gratis dari Pemprov DKI Jakarta yang ditujukan untuk pelajar di permukiman padat penduduk yang kesulitan mengakses internet.

 

KOMPAS.com – Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud
menggelontorkan program subsidi kuota internet gratis untuk siswa dan guru.

Hari ini, Jumat (11/9/2020), menjadi tenggat waktu terakhir pengajuan nomor telepon seluler atau handphone dalam program tersebut.

Group Head Corporate Communications XL Axiata Tri Wahyuningsih mengatakan, program tersebut juga dapat dinikmati oleh para pelanggan provider Axis dan XL.

“Iya betul,” ujar wanita yang akrab disapa Ayu ini kepada Kompas.com, Jumat (11/9/2020).

Baca juga: Hari Ini Terakhir Setor Nomor Ponsel, Begini Cara Dapatkan Kuota Gratis Kemendikbud

Lantas bagaimana cara mendapatkan kuota belajar Kemendikbud untuk pelanggan Axis dan XL?

Cara dapat bantuan kuota Kemendikbud

Pelanggan Axis (lama):

Pelanggan harus mendaftarkan nomornya ke admin pendataan sekolah atau kampus sebelum 11 September 2020.

Kuota akan diberikan jika nomor sudah terkonfirmasi oleh sistem dapodik Kemendikbud.

Baca juga: Selain PJJ, Adakah Metode Pembelajaran Lain yang Bisa Diterapkan?

Untuk pelanggan Axis (baru):

Pelanggan mendapatkan perdana SP Axis dan mendaftarkan nomor tersebut ke admin pendataan sekolah atau kampus sebelum 11 September 2020.

Kuota akan diberikan setelah nomor terkonfirmasi oleh sistem dapodik Kemendikbud.

Terkait waktu dikirimkannya kuota, Ayu menyampaikan distribusi kuota akan dilakukan sesuai dengan ketentuanKemendikbud.

“Khusus pembelian SP Axis 2020 konsumen akan mendapatkan juga bonus berupa kuota edukasi yang bisa digunakan di situs edukasi dan conference sebesar 30 GB,” ujarnya.

Baca juga: Curhatan Seorang Guru di Tengah Pandemi Corona...

Bonus tanpa syarat

Ia mengatakan bonus berlaku selama 60 hari tanpa syarat dan bisa langsung dinikmati saat SIM teraktivasi.

Adapun situs yang dapat digunakan untuk mengakses bonus SP Axis tersebut adalah: Zoom, Microsoft Teams, Google Classrom, Google Meet, Situs sekolamu, Situs Zenius, Situs Udemi Situs Ruang Guru, Website Kemendikbud, Website Universitas, dan sebagainya.

Adapun, bagi seluruh pelanggan Axis baik lama atau baru yang berstatus pelajar, guru, siswa dan mahasiswa, nantinya selain mendapatkan kuota dari Kemendikbud, juga akan mendapatkan kuota tambahan dari Axis sebesar 55 GB.

Baca juga: Saat Internet Mengubah Sikap Masyarakat...

Mengutip dari laman Axis, kuota tambahan tersebut yakni kuota utama (15 GB) dan kuota chat (40 GB).

Tak hanya Axis, pelanggan XL juga dapat menikmati kuota gratis dari Kemendikbud.

Adapun cara untuk mendapatkan kuota gratis Kemendikbud untuk pelanggan XL, ketentuannya sama dengan Axis.

“(XL) sama persis seperti Axis,” kata Ayu lagi.

Baca juga: Masih Belum Mendapatkan 6 Bantuan Pemerintah? Pastikan Kembali Hal Berikut

Kuota Kemendikbud

Terpisah, Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Kemendikbud, Evy Mulyani mengatakan deadline pengajuan nomor telepon seluler untuk program subsidi kuota internet yakni pada Jumat (11/9/2020).

Evy mengungkapkan, pemberian kuota gratis ini untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan jarak jauh ( PJJ).

Baca juga: Jakob Oetama, Sang Guru yang Meninggalkan Warisan Jurnalisme Makna

 

Kemendikbud akan memberikan kuota internet gratis kepada siswa sebesar 35 GB per bulan dan guru 42 GB per bulan.

Adapun mahasiswa dan dosen masing-masing 50 GB per bulan.

Rencananya Kemendikbud akan memberikan subsidi kuota tersebut selama empat bulan yakni September hingga Desember 2020.

Baca juga: Mengenal Jaringan 5G, Cara Kerja dan Bahayanya


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fenomena Hujan Salju di Gurun Sahara, Keempat Kalinya Sepanjang Sejarah

Fenomena Hujan Salju di Gurun Sahara, Keempat Kalinya Sepanjang Sejarah

Tren
Profil Lloyd Austin, Pria Kulit Hitam Pertama yang Jadi Menhan AS

Profil Lloyd Austin, Pria Kulit Hitam Pertama yang Jadi Menhan AS

Tren
Jangan Hanya PPKM, Ini yang Harus Dilakukan untuk Kendalikan Pandemi di Indonesia

Jangan Hanya PPKM, Ini yang Harus Dilakukan untuk Kendalikan Pandemi di Indonesia

Tren
Misteri Jack Ma Menghilang

Misteri Jack Ma Menghilang

Tren
Setahun Lalu Wuhan Lockdown 11 Juta Warga Selama 76 Hari, Ini Kondisinya Saat Ini...

Setahun Lalu Wuhan Lockdown 11 Juta Warga Selama 76 Hari, Ini Kondisinya Saat Ini...

Tren
Video Viral Pelajar 'Enggak Bisa Bahasa Inggris', Ini Kisahnya hingga Dapat Beasiswa

Video Viral Pelajar "Enggak Bisa Bahasa Inggris", Ini Kisahnya hingga Dapat Beasiswa

Tren
[HOAKS] Pemilik SIM C dan A Dapat Bantuan Covid-19 Rp 900.000 dari Januari-Mei 2021

[HOAKS] Pemilik SIM C dan A Dapat Bantuan Covid-19 Rp 900.000 dari Januari-Mei 2021

Tren
Video Viral Suku Togutil Disebut Memanah Warga, Ini Penjelasan Polda Maluku Utara

Video Viral Suku Togutil Disebut Memanah Warga, Ini Penjelasan Polda Maluku Utara

Tren
21 Gunung Berapi di Indonesia Berstatus Waspada dan Siaga, Mana Saja?

21 Gunung Berapi di Indonesia Berstatus Waspada dan Siaga, Mana Saja?

Tren
Simak, Ini 3 Langkah Cek dan Buktikan Hoaks dari Kominfo!

Simak, Ini 3 Langkah Cek dan Buktikan Hoaks dari Kominfo!

Tren
Hari Ini dalam Sejarah: Gempa Shaanxi Tewaskan 830.000 Orang di China

Hari Ini dalam Sejarah: Gempa Shaanxi Tewaskan 830.000 Orang di China

Tren
Update Covid-19 Dunia 23 Januari: Varian Baru Virus Corona 30 Persen Lebih Mematikan

Update Covid-19 Dunia 23 Januari: Varian Baru Virus Corona 30 Persen Lebih Mematikan

Tren
Setelah Kalsel, 8 Kecamatan di Manado Juga Dilanda Banjir, 3 Warga Meninggal

Setelah Kalsel, 8 Kecamatan di Manado Juga Dilanda Banjir, 3 Warga Meninggal

Tren
Arab Saudi Umumkan Syarat Baru Jemaah Umrah dari Indonesia, Ini Penjelasannya

Arab Saudi Umumkan Syarat Baru Jemaah Umrah dari Indonesia, Ini Penjelasannya

Tren
[POPULER TREN] Vaksin Sinovac Tak Mungkin Sebabkan Infeksi Covid-19 | 10 Negara dengan Militer Terkuat di Dunia

[POPULER TREN] Vaksin Sinovac Tak Mungkin Sebabkan Infeksi Covid-19 | 10 Negara dengan Militer Terkuat di Dunia

Tren
komentar
Close Ads X