Waspada, Modus Penipuan Catut Panitia CPNS 2019 yang Datang ke Rumah Peserta

Kompas.com - 05/09/2020, 21:02 WIB
Ilustrasi penipuan Shutterstock/Twinster PhotoIlustrasi penipuan

KOMPAS.com - Peserta yang masih mengikuti proses seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) diingatkan untuk waspada.

Proses seleksi CPNS kini memasuki tahapan seleksi kompetensi bidang (SKB).

Peserta diimbau waspada dengan berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan panitia seleksi CPNS 2019.

Imbauan ini disampaikan setelah seorang pengguna Twitter bernama Odhie, @Odhie93351381 menyampaikan bahwa rumahnya didatangi oleh oknum yang mengaku sebagai panitia CPNS pada Jumat (4/9/2020).

Oknum tersebut juga menyebut dirinya petugas Badan Kepegawaian Negara (BKN) Jawa Timur.

Saat dikonfirmasi, Kepala Kantor Regional II BKN Surabaya, Jawa Timur, Tauchid Djatmiko mengatakan, pihaknya tidak pernah datang ke rumah peserta SKB CPNS 2019.

"Tidak pernah, tidak ada aturan panitia CPNS untuk datang ke rumah peserta SKBM" ujar Tauchid saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (5/9/2020).

Baca juga: SKB CPNS 2019 di Tengah Pandemi Covid-19, Ini Beberapa Hal yang Harus Diperhatikan

Ia menekankan, segala informasi terkait prosedur pelaksanaan SKB CPNS 2019 disampaikan melalui media daring.

"SOP SKB CPNS formasi 2019, semua informasi disampaikan melalui media daring dengan alamat yang sudah ditentukan, termasuk helpdesk," lanjut dia.

Ia juga meminta kepada masyarakat untuk memberikan informasi lebih lanjut jika oknum tersebut kembali melakukan modusnya.

Masyarakat juga diingatkan kembali untuk tidak mudah percaya terhadap oknum yang memberikan janji dapat membantu meloloskan dalam proses CPNS 2019.

"Jangan percaya pada orang yang berjanji dapat bantu lulus CPNS. Sebab, tidak seorang pun dapat meluluskan CPNS kecuali dirimu sendiri (sebagai peserta)," ujar Tauchid.

Terkait pelaksanaan ujian SKB, Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Regional II BKN, Basuki Ari Wicaksono mengatakan, BKN Jawa Timur memperbolehkan peserta yang terkonfirmasi positif Covid-19 untuk tetap mengikuti ujian dengan ketentuan tertentu.

Ketentuan tersebut yakni ada surat rekomendasi dari dokter.

"Untuk yang terkonfirmasi reaktif/positif Covid selama masih bisa mengikuti ujian dan ada surat dari dokter, maka akan kita persilakan ikut dari ruang khusus," ujar Basuki.

BKN menjadwalkan SKB digelar mulai 1 September sampai 12 Oktober 2020.

Ketentuan ini berdasarkan Surat Edaran (SE) Kepala BKN Nomor 17/SE/VII/2020 tentang Prosedur Penyelenggaraan Seleksi dengan Metode Computer Assisted Test Badan Kepegawaian Negara (CAT BKN) dengan Protokol Kesehatan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

Selanjutnya, pengolahan hasil SKD dan SKB akan diselenggarakan pada 8-18 Oktober 2020.

Baca juga: Kemenag Rilis Jadwal SKB CPNS 2019, Disyaratkan Bawa Laptop yang Terinstal Zoom

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo Infografik: Cara Daftar Ulang SKB CPNS 2019


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pecah Rekor 8.369 Kasus dalam Sehari, Berikut 3 Provinsi yang Catatkan Kasus Covid-19 Lebih dari 1.000

Pecah Rekor 8.369 Kasus dalam Sehari, Berikut 3 Provinsi yang Catatkan Kasus Covid-19 Lebih dari 1.000

Tren
Ramai soal Insentif Prakerja Disebut Akan Ditunda Mulai 15 Desember-5 Januari 2021, Ini Penjelasannya...

Ramai soal Insentif Prakerja Disebut Akan Ditunda Mulai 15 Desember-5 Januari 2021, Ini Penjelasannya...

Tren
Penjelasan BRI soal Adanya Notif SMS Dana BLT UMKM tetapi Belum Terdaftar di eform.bri.co.id

Penjelasan BRI soal Adanya Notif SMS Dana BLT UMKM tetapi Belum Terdaftar di eform.bri.co.id

Tren
Menantikan Kemeriahan Djakarta Warehouse Project Virtual dan Cara Daftar V-Pass DWP 2020...

Menantikan Kemeriahan Djakarta Warehouse Project Virtual dan Cara Daftar V-Pass DWP 2020...

Tren
Pilkada 2020, Menyoal Petugas KPPS yang Akan Datangi Pasien Covid-19 Saat Pencoblosan

Pilkada 2020, Menyoal Petugas KPPS yang Akan Datangi Pasien Covid-19 Saat Pencoblosan

Tren
[HOAKS] Vaksin Covid-19 Disimpan pada Suhu Dingin Bisa Sebabkan Manipulasi Genetik

[HOAKS] Vaksin Covid-19 Disimpan pada Suhu Dingin Bisa Sebabkan Manipulasi Genetik

Tren
INFOGRAFIK: Daftar 14 Provinsi yang Bebaskan Denda Pajak Kendaraan

INFOGRAFIK: Daftar 14 Provinsi yang Bebaskan Denda Pajak Kendaraan

Tren
Hindari Bencana Kekeringan dengan Teknik Meredupkan Matahari? Ini Tanggapan BMKG...

Hindari Bencana Kekeringan dengan Teknik Meredupkan Matahari? Ini Tanggapan BMKG...

Tren
Foto Viral Menu Indomie Goreng Topping Emas 24 Karat di Dubai, Ini Penjelasan Indofood

Foto Viral Menu Indomie Goreng Topping Emas 24 Karat di Dubai, Ini Penjelasan Indofood

Tren
BSU Belum Juga Cair? Ini Penjelasan Kemenaker...

BSU Belum Juga Cair? Ini Penjelasan Kemenaker...

Tren
Sejarah Hari Disabilitas Internasional dan Upaya Memenuhi Hak Penyandang Disabilitas...

Sejarah Hari Disabilitas Internasional dan Upaya Memenuhi Hak Penyandang Disabilitas...

Tren
[KLARIFIKASI] Informasi Penerimaan Pegawai di Biro Umum & PBJ Setjen Kemendikbud

[KLARIFIKASI] Informasi Penerimaan Pegawai di Biro Umum & PBJ Setjen Kemendikbud

Tren
Kemenag Salurkan BSU Rp 1,8 Juta untuk Guru Non-PNS, Ini Rinciannya...

Kemenag Salurkan BSU Rp 1,8 Juta untuk Guru Non-PNS, Ini Rinciannya...

Tren
Sejumlah Petugas Medis di AS Enggan Jadi Pihak Pertama yang Terima Vaksin Covid-19

Sejumlah Petugas Medis di AS Enggan Jadi Pihak Pertama yang Terima Vaksin Covid-19

Tren
Indofood Group Buka Lowongan Pekerjaan di Banyak Posisi, Ini Perincian dan Syaratnya...

Indofood Group Buka Lowongan Pekerjaan di Banyak Posisi, Ini Perincian dan Syaratnya...

Tren
komentar
Close Ads X