Kapasitas RS Menipis karena Corona, Kapan Sebaiknya Seseorang Datang untuk Periksa?

Kompas.com - 05/09/2020, 11:33 WIB
Tenaga kesehatan menggunakan alat pelindung diri saat menunggu pasien di ruang isolasi Rumah Sakit Dadi Keluarga, Kabupetan Ciamis, Jawa Barat, Selasa (14/07) ANTARA FOTO/Adeng BustomiTenaga kesehatan menggunakan alat pelindung diri saat menunggu pasien di ruang isolasi Rumah Sakit Dadi Keluarga, Kabupetan Ciamis, Jawa Barat, Selasa (14/07)

KOMPAS.com - Sudah 6 bulan berlalu semenjak kasus pertama Covid-19 di Indonesia diumumkan pada 2 Maret 2020. Namun, pandemi virus corona belum kunjung membaik.

Beberapa waktu lalu, Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyebut, angka keterpakaian tempat tidur di rumah sakit Covid-19 di DKI Jakarta sudah tidak ideal.

Dilansir Kompas.com, Selasa (1/9/2020), Wiku mengatakan keterpakaian tempat tidur rumah sakit di ruang isolasi adalah 69 persen. Sedangkan angka keterpakaian tempat tidur di ICU adalah 77 persen.

Adapun, total rumah sakit rujukan Covid-19 di Jakarta adalah 67 buah dan 170 rumah sakit yang menangani pasien Covid-19.

Senada dengan hal itu, Kompas.com memberitakan pada Jumat (4/9/2020), Ola (25) salah satu dokter di rumah sakit rujukan Covid-19 mengatakan situasi di rumah sakit saat ini memang kacau.

"Chaos, sangat, sangat chaos banget karena seperti yang kita lihat di berita itu benar. Ya grafiknya sangat naik, pasien-pasien makin banyak yang datang, tiba-tiba bawa hasil swab positif, sudah dalam keadaan sesak butuh dirawat gitu," ujarnya.

 Baca juga: Kasus Covid-19 Terus Melonjak, Jakarta Berencana Tambah 11 Rumah Sakit Rujukan

Lalu, kapan sebaiknya seseorang ke rumah sakit?

Epidemiologi Universitas Airlangga (Unair) Windhu Purnomo mengatakan tempat tidur di rumah sakit rujukan memang sejak awal pandemi seharusnya hanya digunakan untuk yang punya gejala sedang dan berat, baik kasus konfirmasi, probable, maupun suspek.

"Yang bergejala ringan, apalagi yang tanpa gejala, harus di luar RS rujukan, bisa di RS lapangan/darurat, atau isolasi mandiri," katanya pada Kompas.com, Sabtu (5/9/2020).

Dia menjelaskan yang dimaksud gejala ringan virus corona adalah saat muncul gejala tetapi tidak ada gangguan pernapasan seperti sesak napas.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X