Kompas.com - 05/09/2020, 08:04 WIB
Ilustrasi tenaga kesehatan, tenaga medis, pekerja medis. Shutterstock/Eldar NurkovicIlustrasi tenaga kesehatan, tenaga medis, pekerja medis.

KOMPAS.com - Baru-baru ini, Amnesty International merilis sebuah laporan yang menyebutkan bahwa setidaknya 7.000 petugas medis di seluruh dunia meninggal akibat virus corona.

Jumlah tersebut lebih dari dua kali lipat lebih banyak dari laporan Juli ketika Amnesty menemukan 3.000 petugas kesehatan meninggal dunia.

Disebutkan bahwa tingginya angka itu didorong oleh meningkatnya angka infeksi virus corona di beberapa negara serta ketersediaan sumber data baru.

Meksiko menjadi negara yang mencatatkan jumlah kematian petugas medis tertinggi yaitu 1.320 orang.

Baca juga: Kerinduan Tenaga Medis Kumpul Bareng Keluarga Setelah 6 Bulan Tangani Pasien Covid-19...

Berikut rincian 10 negara dengan jumlah kematian petugas medis terbanyak berdasarkan data Amnesty International:

  • Meksiko: 1.320 orang
  • Amerika Serikat: 1.077 orang
  • Inggris: 649 orang
  • Brazil: 634 orang
  • Rusia: 631 orang
  • India: 573 orang
  • Afrika Selatan: 240 orang
  • Italia: 188 orang
  • Peru: 183 orang
  • Iran: 164 orang

Kepala Keadilan Ekonomi dan Sosial di Amnesty International, Steve Cockburn, mengatakan, jumlah tersebut sangat mengejutkan.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Lebih dari 7.000 orang meninggal saat mencoba menyelamatkan orang lain adalah krisis dalam skala yang mengejutkan," kata Steve Cockburn, dikutip dari laman resmi Amnesty International, 3 September 2020.

"Setiap pekerja kesehatan memiliki hak untuk merasa aman di tempat kerja dan ini adalah skandal bahwa begitu banyak orang yang harus membayar mahal," lanjut dia.

Dia pun menyerukan kerja sama global untuk memastikan semua petugas kesehatan mendapat alat pelindung yang memadai, sehingga dapat melanjutkan pekerjaan penting tanpa mempertaruhkan nyawa mereka.

Baca juga: Kasus Covid-19 Terus Melonjak, Dokter: Rumah Sakit Chaos Banget

Selain itu, Steve juga meminta agar pemerintah negara-negara mendengarkan para petugas kesehatan yang berbicara mengenai kondisi kerja mereka.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X