[POPULER TREN] 21 Tahun Timor Leste Lepas dari Indonesia | Heboh Istilah "Anjay"

Kompas.com - 31/08/2020, 05:20 WIB
Berita populer Tren: 21 tahun Timor Leste lepas dari Indonesia | Ramai soal istilah anjay KOMPAS.comBerita populer Tren: 21 tahun Timor Leste lepas dari Indonesia | Ramai soal istilah anjay

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah topik mewarnai pemberitaan laman Tren sepanjang Minggu (30/8/2020) hingga Senin (31/8/2020) pagi.

Salah satunya mengingat kembali peristiwa 21 tahun silam, ketika hasil referendum menunjukkan aspirasi warga Timor Leste untuk lepas dari Indonesia.

Berita lainnya seputar ramainya media sosial soal larangan penggunaan istilah " anjay" oleh Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA).

Topik mengenai Kartu Prakerja dan perkembangan virus corona di Indonesia dan dunia juga masih diikuti pembaca.

Selengkapnya, berikut 5 berita populer laman Tren:

1. Kondisi Timor Leste setelah 21 tahun lepas dari Indonesia

Ribuan warga Kota Dili antre dalam pelaksanaan penentuan pendapat di Timor Timur, 30 Agustus 1999. Antusiasme yang sangat tinggi begitu terlihat dalam pelaksanaan penentuan di Timor Timur.KOMPAS/EDDY HASBY Ribuan warga Kota Dili antre dalam pelaksanaan penentuan pendapat di Timor Timur, 30 Agustus 1999. Antusiasme yang sangat tinggi begitu terlihat dalam pelaksanaan penentuan di Timor Timur.
Pada 30 Agustus 1999, Timor Leste (dulu dikenal Timor Timur) mengadakan jajak pendapat atau referendum.

Pilihan dalam referendum itu adalah melepaskan diri atau tetap bersama Indonesia.

Timor Timur sebelumnya bagian dari Indonesia sebagai provinsi ke-27. Hasilnya, Timor Timur memilih lepas dari NKRI.

Timor Leste baru resmi diakui sebagai negara secara internasional 3 tahun setelah pemungutan suara, yaitu pada 2002.

Baca kilas balik sejarahnya dalam berita ini:

Bagaimana Kondisi Timor Leste Setelah 21 Tahun Memilih Lepas dari Indonesia?


2. Heboh Komnas PA minta tak gunakan istilah "anjay"

Melalui sebuah surat edaran, Komnas PA meminta publik agar menghentikan penggunaan istilah " anjay" untuk tujuan merendahkan dan melecahkan.

Permintaan Komnas PA ini pun banyak dibicarakan di media sosial, Minggu (30/8/2020).

Halaman Selanjutnya
Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X