2.850 Pilot United Airlines Terancam PHK...

Kompas.com - 29/08/2020, 17:04 WIB
Ilustrasi pesawat milik maskapai penerbangan United Airlines. SHUTTERSTOCKIlustrasi pesawat milik maskapai penerbangan United Airlines.
Penulis Mela Arnani
|

KOMPAS.com - Maskapai penerbangan Amerika Serikat (AS), United Airlines, mengumumkan akan memberhentikan 2.850 pilot di tahun ini jika tidak mendapatkan bantuan lebih lanjut dari pemerintah.

Dilansir Al Jazeera, Jumat (28/8/2020), ini merupakan pertama kalinya United Airlines melakukan pemangkasan pilot terbesar, sekitar 21 persen dari total pilotnya yang berjumlah 13.000 orang.

Maskapai penerbangan ini menjadi salah satu perusahaan yang terguncang akibat wabah virus corona.

Pihak perusahaan telah meminta bantuan keuangan kepada pemerintah AS sebesar 25 miliar dolar AS untuk memenuhi gaji karyawan hingga bulan Maret.

Dalam sebuah kongres di Washington, muncul larangan pemutusan hubungan kerja (PHK) hingga 1 Oktober 2020.

Akan tetapi, larangan ini berakhir pada bulan September lantaran tidak ditemui kesepakatan mengenai bantuan yang lebih lanjut.

Pemberhentian ribuan pilot United Airlines direncanakan berlangsung pada 1 Oktober hingga 30 November 2020.

Baca juga: 25 Maskapai Ini Stop Penerbangan ke China karena Virus Corona

United Airlines mengatakan, angka tersebut didasarkan pada permintaan perjalanan saat ini dengan waktu yang tersisa di tahun 2020, dan jadwal penerbangan yang diantisipasi karena terus berubahnya kasus Covid-19 di seluruh wilayah AS.

Maskapai yang berbasis di Chicago ini lebih terdampak pada perjalanan internasional dibandingkan maskapai lainnya.

Hal tersebut membuat maskapai ini membutuhkan waktu pulih dari pandemi yang lebih lama.

United Airlines menjadi perusahaan dengan PHK terbanyak, setelah Delta Air Lines yang memberhentikan 1.900 karyawan dan American Airlines yang memutuskan hubungan kerja 1.600 karyawannya.

Terkait hal tersebut, serikat pilot United Airlines menyayangkan keputusan manajemen yang akan mengurangi jumlah pilot.

Apalagi, sejumlah maskapai menawarkan pensiun dini atau kesepakatan keberangkatan secara sukarela daripada opsi PHK.

"Sementara maskapai penerbangan lain telah memilih untuk mengurangi tenaga kerja melalui cara-cara sukarela, sungguh tragis bahwa United Airlines telah membatasi pilihan tersebut untuk pilot kami dan memilih memangkas lebih banyak pilot daripada sebelumnya dalam sejarah," ujar serikat pilot United Airlines dalam sebuah pernyataan.

Sebelumnya, American Airlines telah memangkas 19.000 pekerjanya, membuat tenaga kerja perusahaan menyusut sekitar 30 persen.

Baca juga: BPOM AS Izinkan Penggunaan Plasma Darah untuk Pengobatan Covid-19

Melansir Worldometers, 29 Agustus 2020, AS masih menjadi negara dengan kasus positif virus corona terbanyak di seluruh dunia.

Total kasus Covid-19 di AS yakni sebanyak 6.096.235 kasus terkonfirmasi, 3.375.838 orang di antaranya telah pulih.

Virus corona tercatat telah menewaskan 185.901 orang di negara dengan populasi 331.314.584 jiwa tersebut.


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X