Ledakan Beirut Menyebabkan Polusi Besar-besaran, Seperti Apa Kondisinya?

Kompas.com - 29/08/2020, 10:30 WIB
Asap tampak mengepul pasca ledakan besar di pelabuhan Beirut, Lebanon, Rabu, 5 Agustus 2020. AP/Hussein MallaAsap tampak mengepul pasca ledakan besar di pelabuhan Beirut, Lebanon, Rabu, 5 Agustus 2020.

KOMPAS.com - Beberapa minggu sejak ledakan dahsyat yang mengguncang Beirut, penduduk masih disibukkan dengan membersihkan pecahan kaca dan menyeka permukaan yang dipenuhi debu.

Debu inilah yang menurut banyak orang merupakan ancaman besar bagi kota.

"Hal yang paling berbahaya saat ini adalah tak ada yang tahu. Apa yang sebenarnya meledak selain amonium nitrat? seberapa beracun debu tersebut?" kata Manajer Program Greenpeace's Middle East and North Africa di Beirut Julien Jreissati, dikutip dari DW, Kamis (27/8/2020).

"Kami tidak tahu jenis pencemaran apa, tingkat pencemarannya bagaimana, apa potensi dampaknya dan, oleh karena itu, apa potensi penanggulangannya," sambungnya.

Hingga saat ini, pihak berwenang belum memastikan bahan apa saja yang terbakar dalam kebakaran gudang pelabuhan.

Baca juga: Ledakan di Beirut Lebanon Disebut Mirip Peristiwa Bom Hiroshima

Efek samping amonium nitrat

Sejauh ini yang diketahui adalah ketika amonium nitrat dipanaskan dan meleleh, maka akan melepaskan gas beracun seperti nitrogen oksida (NOx) dan gas amonia (NH3).

Gas-gas ini, berbahaya bagi sistem pernapasan manusia dan lingkungan.

Bahkan pada gilirannya, gas tersebut akan bereaksi jika tercampur dengan bahan kimia lain.

Baca juga: Selain di Beirut, Berikut 4 Kasus Ledakan Besar yang Disebabkan Amonium Nitrat

Tidak ada informasi terkini tentang tingkat polusi udara saat ini. Sebab, Lebanon telah menutup sistem pemantauannya untuk memangkas biaya pada 2019.

Seorang profesor kimia di American University of Beirut Najat Saliba beserta timnya telah mengambil sampel udara dengan sensor yang mereka miliki.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X