Mengapa Kebakaran Gedung Kejaksaan Agung Cepat Membesar? Ini Kata Ahli Teknik Sipil

Kompas.com - 24/08/2020, 16:43 WIB
Foto udara gedung utama Kejaksaan Agung yang terbakar di Jakarta, Minggu (23/8/2020). Kebakaran yang berawal sejak Sabtu (22/8) malam itu masih dalam penanganan pihak pemadam kebakaran hingga Minggu pukul 06.00 WIB. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/foc.
ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRAFoto udara gedung utama Kejaksaan Agung yang terbakar di Jakarta, Minggu (23/8/2020). Kebakaran yang berawal sejak Sabtu (22/8) malam itu masih dalam penanganan pihak pemadam kebakaran hingga Minggu pukul 06.00 WIB. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/foc.

Bisa dideteksi sejak dini

Ashar menjelaskan, keberadaan panas, asap, dan sumber api pada suatu gedung harus bisa dideteksi sedini mungkin demi menghindari terjadinya kebakaran di luar kendali.

Tak hanya gedung Kejagung, semua gedung akan menjadi rentan ketika sistem pencegahan kebakaran gagal beroperasi.

Sistem pencegahan kebakaran ini telah diatur dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor: 20/PRT/M/2009 tentang Pedoman Teknis Manajemen Proteksi Kebakaran di Perkotaan dan Permen PU No. 26 Tahun 2008 Tentang Persyaratan Teknis Sistem Proteksi Kebakaran Pada Bangunan Gedung dan Lingkungan.

"Sekiranya peraturan-peraturan tadi sudah dipenuhi, dan sistem berfungsi dengan baik, maka kejadian kebakaran besar bisa dihindari," tutur dia.

Baca juga: Olah TKP, Puslabfor Mabes Polri Periksa Seluruh Penyebab Kebakaran Gedung Kejaksaan Agung

Namun, Ashar menyebut bahwa menambahkan sistem pencegahan kebakaran pada bangunan yang sudah lama bukan perkara yang sederhana.

Untuk diketahui, gedung utama Kejagung yang terbakar pada Sabtu malam disebut terdaftar sebagai cagar budaya.

"Artinya usianya sudah cukup lama. Terkadang tidak sederhana untuk menambahkan sistem pencegahan kebakaran pada bangunan yang sudah lama," kata Ashar.

"Meskipun, menurut peraturan yang berlaku, semua gedung baru atau lama harus dilengkapi sistem pencegahan kebakaran," jelas dia.

Baca juga: India Lakukan Tes Covid-19 Satu Juta per Hari, Bagaimana Metodenya?

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X