FSGI Catat Ratusan Guru Terkena Corona, 42 Orang di Antaranya Meninggal

Kompas.com - 22/08/2020, 18:03 WIB
Ilustrasi guru, Hari Guru Nasional ShutterstockIlustrasi guru, Hari Guru Nasional

KOMPAS.com - Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) menyampaikan keprihatinan atas meninggalnya 35 guru di Surabaya akibat Covid-19.

Mereka menilai ini merupakan sebuah tragedi kemanusiaan yang membuat guru, sebagai garda terdepan di sekolah, menjadi korban.

Berdasarkan data yang dihimpun FSGI, sampai dengan Agustus 2020 ini, setidaknya ada 203 guru yang dinyatakan positif Covid-19 di seluruh Indonesia.

Sementara, guru yang menjadi korban meninggal dunia akibat Covid-19 mencapai 42 orang.

Sekretaris Jenderal FSGI Heru Purnomo mengatakan data ini bagi hanya seperti puncak gunung es, artinya kemungkinan lebih banyak guru yang tertular Covid-19 tetapi tak terdata karena rendahnya testing dan tracing.

Selain itu, tidak ada transparansi terkait data penularan Covid 19, orang yang tertular, lokasi, waktu, dan klasternya.

Kondisi tersebut, kata dia, menunjukkan perlindungan terhadap guru masih sangat lemah di masa pandemi ini.

“FSGI mencatat hingga 18 Agustus 2020, sudah ada 42 guru dan 2 pegawai tata usaha sekolah yang meninggal karena Covid-19. Padahal, sebelum pandemi saja kita sudah kekurangan guru, kalau para guru tidak dilindungi, maka potensi penularan Covid-19 di lingkungan satuan pendidikan akan tinggi jika sekolah dibuka pemerintah daerah tanpa ada persiapan yang matang,” kata Heru dalam siaran persnya, Sabtu (22/8/2020).

Baca juga: Guru SD Swasta di Pati Meninggal karena Covid-19, Pemkab Lakukan Tracing

Data per daerah

FGSI mengungkapkan data terkini terkait guru yang terinfeksi virus corona, berikut:

1. Pariaman

Di Pariaman, Sumatera Barat, FSGI mencatat ada seorang guru dan seorang operator sekolah dikonformasi positif Covid-19 pada tanggal 19 Juli 2020.

Konfirmasi itu didapati setelah dilakukan tes swab Covid-19 terhadap 1.500 orang guru di Pariaman.

Guru yang terkonfirmasi positif sempat mengajar sejak sekolah dibuka mulai dari tanggal 13 Juli 2020. Sejak 20 Juli 2020, seluruh sekolah di Pariaman ditutup kembali.

2. Padang Panjang

FSGI mengungkapkan di Padang Panjang, Sumatera Barat, juga terdapat empat orang guru di SMPN 4 Padang Panjang dan dua mahasiswa magang di SMP N 3 Padang Panjang positif Covid-19 pada 14 Agustus 2020.

2 orang guru di antaranya sudah melaksanakan pembelajaran tatap muka yang dimulai 13 Agustus 2020.

Pemerintah setempat kemudian menutup SMPN 4 Padang Panjang dan dua sekolah lain yang berdekatan, yakni SMPN 3 Padang Panjang dan SMPN 2 Padang Panjang.

3. Kalimantan Barat

Per 10 Agustus 2020, dari hasil pemeriksaan tes swab terhadap 604 orang guru dan rapid test terhadap 495 siswa di Pontianak, ditemukan delapan orang guru dan 14 siswa positif Covid-19.

Kemudian, di Melawai pada 12 Agustus 2020, delapan orang guru terkonfirmasi Positiv Covid-19.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X