Disrupsi dan Oposisi: Bincang Virtual Basri Menyapa Adi Panuntun

Kompas.com - 18/08/2020, 12:16 WIB
Immersive Cinema Bank Indonesia, Desain Interior, Adi Pantuntun dan Sembilan Matahari. Bambang AsriniImmersive Cinema Bank Indonesia, Desain Interior, Adi Pantuntun dan Sembilan Matahari.

Era digital memang tak terhindarkan sebagai sebuah disrupsi atau kondisi zaman yang terinterupsi dengan teknologi digital, yang terhubung dengan data raya di jagat virtual.

Sifatnya yang melimpah, mudah, dan murah sekaligus canggih membuka kesempatan sekaligus tantangan.

Orang-orang kreatif dalam wilayah kultural, seperti seniman, desainer atau arsitek merespon tantangan perubahan-perubahan cepat itu dengan sigap. Setiap mantra reaktualisasi dan revisi realitas pada era sebelumnya diaggap sebagai aksi oposisi yang dinamis.

Oposisi menjadi semacam kondisi berseberangan atas relasi di antara dua proposisi, yang berhubungan dengan subyek yang sama: teknologi digital abad 21.

Orang-orang inilah yang membedakan dalam kualitas dan cara penggunaan teknologi itu dengan masa lalu, khususnya di era abad ke-20.

Beberapa konsep yang dianggap visi baru dalam wilayah seni, desain dan arsitektural adalah
penggunaan media baru pencahayaan, imej yang bergerak (moving image) sampai bentuk-bentuk sinematik yang interaktif berskala gigantik.

Selain itu, munculnya manipulasi digital (imej dan suara lewat perangkat elektro-digital dan bahasa program komputer) yang dianggap progres terkini membentuk kesadaran anyar antara yang ilusif dan yang fisik dengan piranti VR (virtual reality) atau XR (cross reality).

Pada teknologi berbasis visual, sejarah seni rupa berhutang pada sekitar 1960-an di Amerika Serikat tatkala sinyal elektronik menarik perhatian publik sebagai instrumen dan transmisi visual dengan konten kritik pada kehidupan global, teknologi itu sendiri, sampai konsumerisme pun kapitalisme melalui perangkat TV.

Saat itu, kita mengenal karya instalasi Magnet TV (1965), dengan seniman Nam June Paik yang kemudian tenar dengan konsep Video Art dalam paradigma seni media baru.

Adi Panuntun dan Sembilan Matahari

Bincang virtual Basri Menyapa kali ini, pada seri ke-5, Minggu Ke II Agustus 2020 menjadi menarik, bintang tamunya seorang desainer, Adi Panuntun.

Ia hadir menggunakan pendekatan trans-disiplin seni, dalamkarya-karyanya dengan latar desain arsitektur dalam digital multi-media serta peran utama penggunaan elemen cahaya, bahasa program digital compu-graphic pun modelling serta konsep sinematik.

Adi Panuntun adalah desainer sekaligus co-founder serta CEO PT Sembilan Matahari. Ia juga sebagai Chairman BCCF (Bandung Creative City Forum) yang mengaku bahwa dirinya dan tim Sembilan Matahari menghasilkan film yang dirancang dengan pendekatan baru, yakni: mengintegrasikan seni dan teknologi melalui pengalaman yang emosional.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengenang 11 Tahun Kepergian Meggy Z, seperti Apa Perjalanan Hidupnya?

Mengenang 11 Tahun Kepergian Meggy Z, seperti Apa Perjalanan Hidupnya?

Tren
Update Corona di Dunia 21 Oktober: 41 Juta Infeksi | Inggris Akan Menginfeksi Relawan dengan Virus Corona

Update Corona di Dunia 21 Oktober: 41 Juta Infeksi | Inggris Akan Menginfeksi Relawan dengan Virus Corona

Tren
Cara Mendapatkan BLT UMKM Rp 2,4 Juta hingga Cara Mengeceknya

Cara Mendapatkan BLT UMKM Rp 2,4 Juta hingga Cara Mengeceknya

Tren
Libur Panjang Akhir Oktober, Ini Saran Epidemiolog untuk Cegah Lonjakan Corona

Libur Panjang Akhir Oktober, Ini Saran Epidemiolog untuk Cegah Lonjakan Corona

Tren
[KLARIFIKASI] Video Susi Pudjiastuti Diklaim Pimpin Demo Tolak UU Cipta Kerja

[KLARIFIKASI] Video Susi Pudjiastuti Diklaim Pimpin Demo Tolak UU Cipta Kerja

Tren
Libur Panjang Akhir Oktober 2020, Epidemiolog: Ujian Berikutnya untuk Indonesia

Libur Panjang Akhir Oktober 2020, Epidemiolog: Ujian Berikutnya untuk Indonesia

Tren
5 Hal yang Perlu Diketahui soal Banpres Produktif atau BLT UMKM

5 Hal yang Perlu Diketahui soal Banpres Produktif atau BLT UMKM

Tren
4 Hal yang Perlu Diperhatikan Terkait BLT UMKM

4 Hal yang Perlu Diperhatikan Terkait BLT UMKM

Tren
[POPULER TREN] Cara Cek Penerima BLT UMKM via eform.bri.co.id | Deretan Temua Baru Terkait Virus Corona

[POPULER TREN] Cara Cek Penerima BLT UMKM via eform.bri.co.id | Deretan Temua Baru Terkait Virus Corona

Tren
Singapura Hentikan Pendaftaran Pasien Uji Coba Obat Antibodi Covid-19

Singapura Hentikan Pendaftaran Pasien Uji Coba Obat Antibodi Covid-19

Tren
Hujan Meteor Orionids Bisa Disaksikan Malam Ini, Apa Istimewanya?

Hujan Meteor Orionids Bisa Disaksikan Malam Ini, Apa Istimewanya?

Tren
Pandemi Covid-19, Kekayaan Jack Ma Bertambah 1,5 Triliun Dollar AS

Pandemi Covid-19, Kekayaan Jack Ma Bertambah 1,5 Triliun Dollar AS

Tren
Selain Jokowi, Ini 6 Nama Tokoh Indonesia yang Jadi Nama Jalan di Luar Negeri

Selain Jokowi, Ini 6 Nama Tokoh Indonesia yang Jadi Nama Jalan di Luar Negeri

Tren
[KLARIFIKASI] Foto Sungai Penuh Sampah Diklaim di Jakarta, Faktanya di Filipina

[KLARIFIKASI] Foto Sungai Penuh Sampah Diklaim di Jakarta, Faktanya di Filipina

Tren
NASA dan Nokia Akan Bangun Jaringan 4G di Bulan

NASA dan Nokia Akan Bangun Jaringan 4G di Bulan

Tren
komentar
Close Ads X