Menyoal Kapasitas RS untuk Perawatan Pasien Covid-19, Benarkah Mulai Penuh?

Kompas.com - 14/08/2020, 19:02 WIB
Petugas kesehatan membawa pasien COVID-19 keruangan zona merah di RS Pertamina Jaya, Jakarta Timur, Selasa (5/5/2020). RS Pertamina Jaya dikhususkan untuk menangani pasien virus corona dengan gejala berat dan dilengkapi dengan Command Center dimana 65 Rumah Sakit BUMN di seluruh Indonesia terkoneksi. Sedangan Hotel Patra Comfort sebagai Rumah Sakit Darurat Covid-19 disiagakan untuk menampung pasien corona. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPetugas kesehatan membawa pasien COVID-19 keruangan zona merah di RS Pertamina Jaya, Jakarta Timur, Selasa (5/5/2020). RS Pertamina Jaya dikhususkan untuk menangani pasien virus corona dengan gejala berat dan dilengkapi dengan Command Center dimana 65 Rumah Sakit BUMN di seluruh Indonesia terkoneksi. Sedangan Hotel Patra Comfort sebagai Rumah Sakit Darurat Covid-19 disiagakan untuk menampung pasien corona.

KOMPAS.com - Beberapa hari lalu, beredar informasi bahwa sulit mendapatkan tempat perawatan bagi pasien Covid-19 di DKI Jakarta.

Perbincangan soal ini juga ramai pada Kamis (13/8/2020) setelah Prof. Dr. dr. H. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, mengunggah sebuah twit yang menyebutkan bahwa beberapa hari ini sulit untuk mencari tempat bagi pasien Covid-19 di rumah sakit rujukan di Jakarta 

"Satu dua hari ini sudah susah cari tempat utk pasien berat Covid-19 di RS Rujukan Di Jakarta-Depok," tulis Ari Fahrial, melalui akun Twitter-nya @DokterAri.

Saat dikonfirmasi, Ari Fahrial Syam membenarkan ia mengunggah informasi tersebut. 

"Saya kan dokter, tahu apa yang terjadi di lapangan," kata Ari saat dikonfirmasi Kompas.com, Jumat (14/8/2020).

Melalui unggahan tersebut, Ari mengaku ingin mengingatkan masyarakat atas perkembangan situasi saat ini.

Ia mengatakan, memang susah untuk mencari tempat perawatan bagi pasien Covid-19 yang mengalami kondisi berat.

"Untuk mengingatkan masyarakat bahwa sudah susah cari tempat rawat untuk kasus Covid-19 yang berat," ujar dia. 

"Informasi itu dan juga laporan dari teman-teman dokter," jelas Ari.

Ari mengatakan, ia berharap pihak yang berwenang untuk kembali memperketat pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Selain itu, Ari juga berharap pemerintah untuk melakukan law enforcement atau penegakan hukum kepada siapa saja yang tidak mematuhi protokol kesehatan.

Baca juga: Satgas Covid-19 IDI: Kondisi Sekarang Lebih Berat untuk Tenaga Kesehatan...

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X