Ramai di Media Sosial, Kenapa Jalan di Pegunungan Dibuat Berkelok? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Kompas.com - 13/08/2020, 17:43 WIB
Jalur Selatan Jawa terkenal dengan pemandangannya elok dan jalan berkelok. KOMPAS.COM / FIKRIA HIDAYAT - KRISTIANTO PURNOMOJalur Selatan Jawa terkenal dengan pemandangannya elok dan jalan berkelok.

KOMPAS.com - Sebuah unggahan di media sosial yang mempertanyakan mengapa jalanan di pegunungan tidak dibuat lurus dan harus berkelok, ramai dibicarakan.

Unggahan tersebut salah satunya di bagikan oleh akun Facebook Romansa Sopir Truck pada Rabu (12/8/2020).

Dalam unggahannya, terdapat beberapa gambar jalanan di pegunungan yang tampak berkelok.

Dalam foto itu terlihat ada garis lurus berwarna merah dan menanyakan mengapa jalanan tersebut tidak dibuat lurus seperti garis tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, unggahan tersebut telah disukai lebih dari 200 kali dan mendapat beragam respons dari warganet.

Sebuah unggahan di media sosial yang mempertanyakan mengapa jalanan di pegunungan tidak dibuat lurus dan harus berkelok, ramai dibicarakan.facebook/romansa sopir truck Sebuah unggahan di media sosial yang mempertanyakan mengapa jalanan di pegunungan tidak dibuat lurus dan harus berkelok, ramai dibicarakan.
Komentar yang disampaikan pun beragam. Ada yang menyebutkan, jika dibuat jalan lurus, akan membahayakan pengguna jalan. Adakah penjelasan secara ilmiah soal ini?

Mengurangi kelandaian

Dosen Teknik Sipil Universitas Diponegoro Asri Nurdiana menjelaskan, ada alasan ilmiah mengapa jalan di pegunungan dibuat berkelok dan tidak lurus.

Asri menyebut, hal tersebut bertujuan untuk mengurangi persentase kelandaian jalan.

Kelandaian tersebut berarti kemiringan jalan. Asri mengibaratkan jika pada suatu jalan terdapat turunan tajam, maka kelandaiannya besar.

"Bina Marga memberikan acuan, dalam perencanaan suatu jalan, idealnya kelandaian maksimum tidak lebih dari 10 persen. Artinya jalan tidak layak apabila direncanakan dengan tanjakan atau turunan yang tajam," ujar Asri kepada Kompas.com, Kamis (13/8/2020).

Halaman Selanjutnya
Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X