Perkembangan Terkini Vaksin Lokal dan Calon Vaksin Covid-19 yang Diuji Coba di Bandung

Kompas.com - 13/08/2020, 14:05 WIB
Petugas kesehatan menunjukan vaksin saat simulasi uji klinis calon vaksin Covid-19 di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Bandung, Jawa Barat, Kamis (6/8/2020). Simulasi tersebut dilakukan untuk melihat kesiapan tenaga medis dalam penanganan dan pengujian klinis tahap III calon vaksin Covid-19 produksi Sinovac kepada 1.620 relawan. ANTARA FOTO/M AGUNG RAJASAPetugas kesehatan menunjukan vaksin saat simulasi uji klinis calon vaksin Covid-19 di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Bandung, Jawa Barat, Kamis (6/8/2020). Simulasi tersebut dilakukan untuk melihat kesiapan tenaga medis dalam penanganan dan pengujian klinis tahap III calon vaksin Covid-19 produksi Sinovac kepada 1.620 relawan.

KOMPAS.com - Penantian temuan dan kemajuan penelitian seputar vaksin virus corona dinantikan seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Di Indonesia, tengah dilakukan uji klinis vaksin Sinovac. Uji klinis dilakukan terhadap lebih dari 1.400 relawan di Bandung, Jawa Barat.

Bagaimana perkembangan uji klinis ini dan vaksin lokal Indonesia?

Sekertaris Perusahaan PT Bio Farma Bambang Heriyanto mengatakan, uji klinis vaksin Sinovac asal China telah memasuki fase uji klinis tahap 3 yang telah dimulai sejak 11 Agustus 2020.

Para relawan telah disuntikkan calon vaksin dan akan dipantau perkembangannya.

"Untuk update vaksin Sinovac kan kemarin tanggal 11 sama Pak Presiden sudah disaksikan untuk penyuntikan perdana. Dari situ kami akan tunggu sampai 6 bulan, akan kita pantau dan monitor," kata Bambang, saat dihubungi Kompas.com, Kamis (13/8/2020).

Baca juga: Sebanyak 21 Relawan Telah Disuntik Calon Vaksin Covid-19, Bagaimana Reaksinya?

Uji klinis fase 3 calon vaksin tersebut diperkirakan akan selesai pada Januari 2021 mendatang.

Kelanjutan vaksin tergantung dari uji klinis yang saat ini sedang dilakukan.

Jika uji klinis tidak berhasil, pembuatan vaksin Covid-19 akan percuma.

"Terlepas dari itu, semuanya tergantung dari uji klinisnya. Kita udah bicara jauh tetapi uji klinisnya tidak berhasil ya percuma," ujar Bambang.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X