Bagaimana Catatan Penanganan Virus Corona di Bawah Komite Covid-19?

Kompas.com - 11/08/2020, 11:45 WIB
Sejumlah pekerja menggunakan masker berjalan kaki setelah meninggalkan perkantorannya di Jakarta, Rabu (29/7/2020). Klaster perkantoran penularan Covid-19 di Jakarta kini menjadi sorotan. Data resmi hingga Selasa (28/7/2020) kemarin, ada 440 karyawan di 68 perkantoran di Ibu Kota yang terinfeksi virus corona. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGSejumlah pekerja menggunakan masker berjalan kaki setelah meninggalkan perkantorannya di Jakarta, Rabu (29/7/2020). Klaster perkantoran penularan Covid-19 di Jakarta kini menjadi sorotan. Data resmi hingga Selasa (28/7/2020) kemarin, ada 440 karyawan di 68 perkantoran di Ibu Kota yang terinfeksi virus corona.

KOMPAS.com - Pada akhir Juli 2020, pemerintah membentuk Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional.

Dengan terbentuknya komite ini, maka Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 resmi dibubarkan.

"Kesehatan Pulih, Ekonomi Bangkit" menjadi moto langkah strategis dari komite tersebut.

"Kunci memulihkan ekonomi adalah memulihkan kesehatan terlebih dahulu," tegas Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir selaku Ketua Pelaksana Komite seperti dikutip dari Harian Kompas, 7 Agustus 2020.

Setidaknya, ada tiga prioritas program dari Komite ini, yaitu:

  • Program Indonesia Sehat, untuk memastikan rakyat aman dari Covid-19 dan reformasi layanan kesehatan ditempatkan sebagai prioritas pertama
  • Program Indonesia Bekerja, sebagai prioritas kedua untuk pemberdayaan dan percepatan tenaga kerja
  • Program Indonesia Tumbuh, sebagai prioritas ketiga, yaitu pemulihan dan transformasi ekonomi nasional.

Baca juga: Komite Covid-19 Dibentuk, Politisi Demokrat: Jangan Sampai Tak Tepat Sasaran

Setelah tiga pekan dibentuk, bagaimana catatan untuk Komite Penanganan Covid-19 ini?

Catatan pencapaian

Sejumlah pekerja menggunakan masker berjalan kaki setelah meninggalkan perkantorannya di Jakarta, Rabu (29/7/2020). Klaster perkantoran penularan Covid-19 di Jakarta kini menjadi sorotan. Data resmi hingga Selasa (28/7/2020) kemarin, ada 440 karyawan di 68 perkantoran di Ibu Kota yang terinfeksi virus corona.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Sejumlah pekerja menggunakan masker berjalan kaki setelah meninggalkan perkantorannya di Jakarta, Rabu (29/7/2020). Klaster perkantoran penularan Covid-19 di Jakarta kini menjadi sorotan. Data resmi hingga Selasa (28/7/2020) kemarin, ada 440 karyawan di 68 perkantoran di Ibu Kota yang terinfeksi virus corona.
Menurut Dosen Public Health di University of Derby Inggris, Dono Widiatmoko, catatan positifnya adalah Indonesia mempersiapkan tim yang lebih kuat dalam menghadapi pandemi ini.

"Plus ya, Indonesia mempersiapkan tim yang lebih kuat untuk menghadapi pandemi yang cukup panjang," ujar Dono kepada Kompas.com, Senin (10/8/2020) sore.

Sementara, terkait pelaksanaan di bidang kesehatan, Ahli Patologi Klinis sekaligus Direktur RS UNS Tonang Dwi Ariyanto menyebut bahwa belum ada catatan atau kemajuan yang signifikan.

"Belum ada yang signifikan ya untuk bidang kesehatan," kata Tonang saat dihubungi Kompas.com, Senin (10/8/2020) pagi.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X