Hari Kebangkitan Teknologi Nasional dan Cita-cita Pesawat Buatan Dalam Negeri BJ Habibie

Kompas.com - 10/08/2020, 17:27 WIB
FOTO DOKUMENTASI. Mantan presiden BJ Habibie menunjukan foto dirinya bersama pesawat hasil karyanya N-250 Gatotkaca usai membuka  pameran foto Cinta Sang Inspirator Bangsa Kepada Negeri di Museum Bank Mandiri, Jakarta, Minggu (24/7/2016). Pameran foto tersebut berisi tentang perjalanan hidup   BJ Habibie hasil dokumentasi The Habibie Center dan karya  BJ Habibie sendiri yang berlangsung hingga 21 Agustus 2016. ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJAFOTO DOKUMENTASI. Mantan presiden BJ Habibie menunjukan foto dirinya bersama pesawat hasil karyanya N-250 Gatotkaca usai membuka pameran foto Cinta Sang Inspirator Bangsa Kepada Negeri di Museum Bank Mandiri, Jakarta, Minggu (24/7/2016). Pameran foto tersebut berisi tentang perjalanan hidup BJ Habibie hasil dokumentasi The Habibie Center dan karya BJ Habibie sendiri yang berlangsung hingga 21 Agustus 2016.

KOMPAS.com - Setiap tanggal 10 Agustus diperingati sebagai Hari Kebangkitan Teknologi Nasional ( Hakteknas).

Penetapan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 71 Tahun 1995.

Lantas bagaimana latar belakang penetapan itu?

Peringatan tersebut bermula pada 10 Agustus 1995, yaitu saat pesawat N-250 Gatotkaca buatan Indonesia sukses menjalani uji terbang selama 53 menit.

Kesuksesan itu menjadi tonggak sejarah bagi Indonesia karena sukses merancang sendiri pesawat terbang modern.

Adalah BJ Habibie yang saat itu menjabat sebagai Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) atau Kepala Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN), sosok penting di balik pembuatan pesawat tersebut. 

Baca juga: Hakteknas 2020, Ragam Inovasi Anak Bangsa Percepat Penanganan Covid-19

Uji terbang N-250

Pesawat rancangan BJ Habibie, sebagai penanda Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Harteknas)Repro Grafis Harian Kompas Pesawat rancangan BJ Habibie, sebagai penanda Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Harteknas)

Dikutip dari pemberitaan Harian Kompas, 11 Agustus 1995, uji terbang tersebut diselesaikan oleh ketua tim penguji pesawat Kapten Ir Erwin Danuwinata dan tiga rekannya.

Selama berada di udara, Erwin sempat mengadakan pembicaraan dengan Presiden Soeharto yang mengikuti uji coba itu dari Ruang Kontrol di Menara Pusat Pengendalian Uji Terbang.

"Apa semua mulus," tanya Presiden Soeharto, yang kemudian dijawab Erwin, "Mulus semua."

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X