Tiga Permohonan Terkait Coronayudha

Kompas.com - 07/08/2020, 16:44 WIB
Sejumlah pekerja menggunakan masker berjalan kaki setelah meninggalkan perkantorannya di Jakarta, Rabu (29/7/2020). Klaster perkantoran penularan Covid-19 di Jakarta kini menjadi sorotan. Data resmi hingga Selasa (28/7/2020) kemarin, ada 440 karyawan di 68 perkantoran di Ibu Kota yang terinfeksi virus corona. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGSejumlah pekerja menggunakan masker berjalan kaki setelah meninggalkan perkantorannya di Jakarta, Rabu (29/7/2020). Klaster perkantoran penularan Covid-19 di Jakarta kini menjadi sorotan. Data resmi hingga Selasa (28/7/2020) kemarin, ada 440 karyawan di 68 perkantoran di Ibu Kota yang terinfeksi virus corona.


DENGAN penuh kerendahan hati, saya memberanikan diri mengajukan tiga permohonan terkait Coronayudha (perang melawan Corona) kepada yang terhormat Pemerintah Republik Indonesia sebagai berikut:

Pertama

Sejumlah dokter, perawat dan petugas kebersihan rumah sakit yang berada di gugus terdepan medan pertempuran Coronayudha melawan angkara murka virus Corona telah gugur sebagai pahlawan kesehatan Indonesia.

Para beliau adalah ibarat laskar kamikaze yang maju ke medan perang atas kesadaran penuh bahwa setiap saat berada di dalam ancaman marabahaya yang bukan saja merusak kesehatan namun bahkan membawa maut.

Bahkan segenap sanak-keluarga masing-masing para pahlawan kesehatan juga sudah siap mengikhlaskan keluarga mereka untuk berkorban bagi negara, bangsa dan rakyat Indonesia.

Lagu Gugur Bunga mengungkapkan keikhlasan para pahlawan kesehatan beserta para sanak keluarga masing-masing dalam menghadapi maut di gugus terdepan pertempuran melawan angkara murka Corona.

Maka, dengan penuh kerendahan hati saya memohon perkenan pemerintah meningkatkan perhatian, kepedulian serta dukungan demi mengurangi risiko terburuk yang rawan menimpa para pahlawan kesehatan yang bertugas di medan terdepan Coronayudha.

Kedua

Pilkada 2020 tampaknya tetap akan diselenggarakan meski Olimpiade 2020 telah ditunda. Insya Allah, bangsa Indonesia tidak lupa fakta bahwa pada pemilu yang baru saja lalu, secara memilukan ratusan petugas pemilu telah mengorbankan nyawa mereka demi pesta demokrasi yang seharusnya bukan menyengsarakan rakyat Indonesia.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X