Akibat Wabah Pes di Mongolia Dalam, China Isolasi Satu Desa

Kompas.com - 07/08/2020, 16:33 WIB
Ilustrasi ketika wabah pes melanda Kota London pada 1664. UNIVERSAL HISTORY ARCHIVE/GETTY IMAGESIlustrasi ketika wabah pes melanda Kota London pada 1664.

KOMPAS.com - Pemerintah China mengisolasi sebuah desa di wilayah otonomi Inner Mongolia atau Mongolia Dalam setelah salah satu warga meninggal dunia akibat terinfeksi bubonic plague atau wabah pes.

Inner Mongolia atau Mongolia Dalam merupakan sebuah daerah otonom setingkat provinsi di China. Ibu kotanya Hohhot.

Melansir CNN, Jumat (7/8/2020), pes adalah penyakit yang umurnya berabad-abad dan bertanggung jawab atas pandemi paling mematikan dalam sejarah manusia.

Komisi Kesehatan Kota Baotou mengungkapkan, kasus kematian akibat pes tersebut dilaporkan oleh pihak berwenang setempat pada Minggu pekan lalu.

Baca juga: Jamur Enoki dan Kaitannya dengan Wabah Listeria...

Pasien yang kini telah meninggal tersebut merupakan warga Desa Suji Xincun, Distrik Damao Banner.

Berdasarkan pernyataan Komisi Kesehatan, pasien tersebut meninggal karena kegagalan sistem peredaran darah. Tetapi tidak dijelaskan bagaimana pasien bisa terinfeksi.

Untuk menghindari penyebaran dari penularan wabah pes, pihak berwenang menutup desa Suji Xincun, tempat tinggal pasien yang meninggal, dan memerintahkan dIsinfeksi rumah setiap hari.

Baca juga: Memprediksi Kapan Pandemi Covid-19 di Indonesia Akan Berakhir...

Halaman:

Sumber CNN
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X