Lebanon Catatkan Kasus Harian Tertinggi Covid-19 di Tengah Musibah Ledakan

Kompas.com - 07/08/2020, 09:28 WIB
Seorang pria memegang lilin dan sebuah kertas bertuliskan Solidaritas dengan Beyrouth pada acara solidaritas untuk tragedi ledakan besar di Beirut, Lebanon, yang digelar di Toulouse, Perancis, Rabu (5/8/2020). Ungkapan duka dan solidaritas mengalir dari berbagai penjuru dunia atas insiden ledakan dahsyat di Beirut, Lebanon, Selasa (4/8/2020), yang menewaskan lebih dari seratus orang. AFP/REMY GABALDASeorang pria memegang lilin dan sebuah kertas bertuliskan Solidaritas dengan Beyrouth pada acara solidaritas untuk tragedi ledakan besar di Beirut, Lebanon, yang digelar di Toulouse, Perancis, Rabu (5/8/2020). Ungkapan duka dan solidaritas mengalir dari berbagai penjuru dunia atas insiden ledakan dahsyat di Beirut, Lebanon, Selasa (4/8/2020), yang menewaskan lebih dari seratus orang.

KOMPAS.com - Kementerian Kesehatan Lebanon mengumumkan 255 kasus baru virus corona pada Kamis (6/8/2020).

Angka itu menjadi rekor harian tertinggi di Lebanon, ketika rumah sakit sedang kewalahan dalam merawat korban ledakan di Pelabuhan Lebanon.

Mengutip Akhbaralaan, Jumat (7/8/2020), dengan tambahan 255 kasus itu, total angka kasus infeksi di Lebanon menjadi 5.672 kasus.

Dari angka itu, sebanyak 70 orang meninggal dunia. 

Pekan lalu, pihak berwenang mengumumkan penguncian sementara dalam dua tahap setelah terjadinya lonjakan kasus Covid-19.

Lonjakan kasus itu terkait dengan kedatangan warga negara Lebanon yang dievakuasi dari luar negeri, seiring pembukaan bandara awal bulan ini.

Tahap kedua dari penguncian seharusnya dimulai pada Kamis (6/8/2020), tetapi dibatalkan karena adanya ledakan di Beirut yang menewaskan 137 orang dan melukai ribuan orang lainnya.

Baca juga: [POPULER TREN] Perjalanan Amonium Nitrat hingga Ada di Beirut, Lebanon

Khawatir RS tidak bisa menangani pasien

Seorang pria dengan balutan perban tampak berjalan di jalan setelah ledakan besar terjadi di Beirut, Lebanon. Rabu, 5 Agustus 2020.AP/Hassan Ammar Seorang pria dengan balutan perban tampak berjalan di jalan setelah ledakan besar terjadi di Beirut, Lebanon. Rabu, 5 Agustus 2020.
Pihak berwenang pun mulai khawatir rumah sakit tak sanggup menampung pasien jika angka kasus infeksi terus meningkat.

Kondisi itu diperburuk dengan banyaknya tenaga medis yang kelelahan akibat virus corona serta krisis ekonomi yang memberi tekanan pada rumah sakit.

Satu dari dua rumah sakit Beirut yang sebelumnya dikhususkan untuk menangani pasien Covid-19 tak lagi beroperasi setelah ledakan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X