Ribuan Orang Terluka dalam Ledakan di Beirut, Lebanon, Rumah Sakit Kewalahan

Kompas.com - 05/08/2020, 02:58 WIB
EDS NOTE: GRAPHIC CONTENT - An injured man waits for help at the explosion scene that hit the seaport of Beirut, Lebanon, Tuesday, Aug. 4, 2020. Massive explosions rocked downtown Beirut on Tuesday, flattening much of the port, damaging buildings and blowing out windows and doors as a giant mushroom cloud rose above the capital. Witnesses saw many people injured by flying glass and debris. (AP Photo/Hussein Malla) Hussein MallaEDS NOTE: GRAPHIC CONTENT - An injured man waits for help at the explosion scene that hit the seaport of Beirut, Lebanon, Tuesday, Aug. 4, 2020. Massive explosions rocked downtown Beirut on Tuesday, flattening much of the port, damaging buildings and blowing out windows and doors as a giant mushroom cloud rose above the capital. Witnesses saw many people injured by flying glass and debris. (AP Photo/Hussein Malla)

KOMPAS.com - Korban tewas akibat ledakan di Beirut, Lebanon, Selasa (4/8/2020) dilaporkan melonjak lebih dari 25 orang.

Dikutip dari The Guardian (5/8/2020), lebih dari 25 orang tewas dan ribuan orang terluka setelah terjadinya ledakan besar di pesisir Beirut.

Kepastian korban tewas tewas tersebut diumumkan Menteri Kesehatan Lebanon Hamad Hasan dalam pidato yang disiarkan televisi setempat.

Beberapa jam setelah ledakan, yang terjadi pada 18.05 waktu setempat, penyebabnya masih belum dipastikan.

Baca juga: Detik-detik Ledakan Besar Guncang Pesisir Beirut, Lebanon

Israel membantah bertanggung jawab dan mengatakan telah menawarkan bantuan kemanusiaan dan medis.

Laporan awal menyatakan bahwa ada gudang kembang api di dekat lokasi kejadian.

Kepala Keamanan Lebanon Abbas Ibrahim menyebutkan ada bahan kimia mudah terbakar yang disimpan di sebuah gudang. 

Bahan kimia itu disita dari sebuah kapal beberapa waktu lalu dan disimpan di pelabuhan. Saluran televisi lokal LBC mengatakan bahan itu adalah natrium nitrat.

Menteri Dalam Negeri Mohammed Fahmi, mengatakan amonium nitrat telah berada di antara bahan-bahan yang disimpan dan menyerukan penyelidikan bagaimana bahan itu dinyalakan.

"Tidak ada kembang api melainkan bahan yang sangat eksplosif, dan aku tidak bisa meramalkan penyelidikan ... sepertinya ledakan itu terjadi di gudang bahan yang sangat eksplosif yang disita bertahun-tahun yang lalu," kata dia.

Baca juga: 10 Orang Dilaporkan Tewas dalam Ledakan di Beirut, Lebanon

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X