Mendambakan Toleransi Umat Beragama

Kompas.com - 03/08/2020, 11:27 WIB
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menghadiri Shalat Jumat di Masjid Agung Hagia Sophia, perdana dalam 86 tahun terakhir di Istanbul, pada 24 Juli 2020. MURAT CET NMUHURDAR/PPO via ReutersPresiden Turki Recep Tayyip Erdogan menghadiri Shalat Jumat di Masjid Agung Hagia Sophia, perdana dalam 86 tahun terakhir di Istanbul, pada 24 Juli 2020.


NASKAH "Kerukunan Umat Beragama di Turki” (kompas.com 31 Juli 2020) memperoleh beranekaragam tanggapan. Ada yang positif dan ada yang negatif.

Baca juga: Kerukunan Umat Beragama di Turki

Lazimnya tanggapan negatif lebih menarik disimak dan dihayati maknanya ketimbang yang positif.

Pencitraan

Mayoritas yang negatif memberikan tanggapan analisis-politis bahwa pada hakikatnya (seperti juga telah saya sebut di ujung akhir naskah) presiden Turki sekadar melakukan pencitraan dengan kosmetik politik demi meraih suara rakyat Turki sebanyak mungkin pada pilpres mendatang agar bisa lanjut menjadi presiden sampai dengan pilpres selanjutnya.

Tampaknya Erdogan gentar menghadapi terpaan badai kritik dari dunia Barat yang mayoritas Nasrani akibat memfungsikan Aya Sofia di Istanbul sebagai masjid.

Baca juga: Erdogan, Hagia Sophia, dan Krisis Ekonomi Turki

Gegara pemasjidan Aya Sofia, dikuatirkan Erdogan akan kehilangan suara masyarakat Nasrani di Turki sehingga bukan mustahil Erdogan gagal terpilih kembali untuk menjadi presiden Turki.

Entah atas inisiatif dirinya sendiri atau atas saran tim suksesnya, Erdogan cepat-cepat meresmikan biara Panagia Soumela di Trabzon.

Kurang relevan

Tanggapan analitis ini kurang relevan akibat renovasi biara Soumela telah dilakukan jauh sebelum pemasjidan Aya Sofia di Istanbul.

Andaikata pun peresmian biara Soumela memang merupakan pencitraan maka dapat disimpulkan bahwa sang pencitraan itu an sich menguntungkan umat Nasrani terbukti bahwa tak kurang dari Pimpinan Gereja Ortodokes Ferner-Yunani, Bartholomew, secara khusus tak segan mengucapkan terima kasih atas renovasi biara Soumela sebagai warisan peradaban Nasrani di Turki yang sangat penting bagi masyarakat Nasrani bukan hanya di Turki namun di seluruh dunia.

Berarti pencitraan Erdogan mengandung nilai positif terhadap umat Nasrani baik di Turki mau pun di seluruh dunia.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X