Berkurban, Bentuk Rasa Syukur dan Makna Berbagi pada Idul Adha...

Kompas.com - 31/07/2020, 07:25 WIB
Hewan kurban dijual di Pasar Hewan Cot Iri, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Kabupaten Aceh Besar, Sabtu (25/7/2020). Menjelang Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah, permintaan hewan kurban baik sapi dan kambing menurun diduga akibat pandemi Covid-19. KOMPAS.com/RAJA UMARHewan kurban dijual di Pasar Hewan Cot Iri, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Kabupaten Aceh Besar, Sabtu (25/7/2020). Menjelang Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah, permintaan hewan kurban baik sapi dan kambing menurun diduga akibat pandemi Covid-19.

KOMPAS.com - Penyembelihan hewan kurban menjadi bagian yang tak terlepaskan dari perayaan Hari Raya Idul Adha.

Kurban menjadi salah satu yang dianjurkan bagi umat Islam yang mampu menunaikannya.

Menurut Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti, berkurban merupakan bentuk tanda syukur atas nikmat Allah.

"Kurban adalah momentum untuk menumbuhkan jiwa kemanusiaan dan sifat utama dengan berderma," kata Abdul Mu'ti saat dihubungi Kompas.com, Kamis (30/7/2020).

Di tengah pandemi virus corona yang saat ini terjadi, lanjut dia, sedekah akan sangat bermakna, berapa pun jumlahnya.

Tradisi berkurban

Mu'ti menilai, semangat dan komitmen umat Islam melaksanakan kurban sangat tinggi. Namun, ia mengingatkan, berkurban perlu mendapatkan perhatian, termasuk aspek dalam tradisi kurban yang perlu ditinjau kembali.

Abdul Mu'ti menyebutkan, salah satunya terkait distribusi hewan kurban yang tidak merata, di mana jumlah hewan kurban melimpah dan berlebih di masjid perkotaan dengan jemaah aghniya atau mereka yang berpunya.

Baca juga: Panduan Penyelenggaraan Shalat Idul Adha dari Kementerian Agama

Sementara, di masjid wilayah perkampungan yang mayoritas kelompok ekonomi bawah, jumlah hewan kurban sangat terbatas bahkan kekurangan.

Selain itu, penyembelihan yang cenderung komunal juga perlu ditinjau kembali. Pada umumnya, hewan kurban disembelih di masjid atau musala atau lapangan tempat pelaksanaan shalat.

Mu'ti juga menilai bahwa pembagian daging kurban seringkali memperlihatkan relasi atas-bawah.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X