Berikut Syarat Pembukaan Kembali Sekolah di Tengah Pandemi

Kompas.com - 29/07/2020, 07:33 WIB
Sejumlah siswa SDN 1 Inten Jaya mengerjakan tugas melalui gawainya di Kampung Lebak Limus, Lebak, Banten, Senin (20/7/2020). Sejumlah siswa yang tinggal di daerah pelosok tersebut kesulitan dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) secara daring dan tepaksa menempuh perjalanan hingga satu kilometer dari kediamannya menuju ke dataran yang lebih tinggi agar mendapatkan jaringan internet guna mengerjakan tugas sekolah melalui gawai yang nantinya dikirim melalui aplikasi percakapan WhatssApp. ANTARA FOTO/MUHAMMAD BAGUS KHOIRSejumlah siswa SDN 1 Inten Jaya mengerjakan tugas melalui gawainya di Kampung Lebak Limus, Lebak, Banten, Senin (20/7/2020). Sejumlah siswa yang tinggal di daerah pelosok tersebut kesulitan dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) secara daring dan tepaksa menempuh perjalanan hingga satu kilometer dari kediamannya menuju ke dataran yang lebih tinggi agar mendapatkan jaringan internet guna mengerjakan tugas sekolah melalui gawai yang nantinya dikirim melalui aplikasi percakapan WhatssApp.

KOMPAS.com – Pandemi virus corona membuat dunia berubah. Selain membatasi aktivitas manusia, penggunaan masker juga diwajibkan guna meminimalisir penularan virus.

Pekerjaan sehari-hari yang biasanya dikerjakan di kantor pun juga bergeser dengan aktivitas di rumah atau work from home, begitu pula dengan aktivitas kegiatan belajar (KBM) yang dilakukan di rumah masing-masing.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pun mengajurkan pelaksanaan pembelajaran jarah jauh (PJJ) bagi siswa sekolah. 

Baca juga: Curhatan Seorang Guru di Tengah Pandemi Corona...

Kendati demikian, muncul persoalan lain dari penerapan PJJ tersebut.

Di antaranya masalah jaringan internet, ketiadaan atau hanya satu smartphone dalam keluarga, masalah keuangan yang menyebabkan orang tua kesulitan dalam membelikan kuota, hingga persoalan lainnya.

Di tengah kendala-kendala itu, sejumlah orang tua dan murid berharap sekolah dapat lekas kembali dibuka.

"Saya berharap sekolah cepat dibuka karena kalau di rumah belajar apalagi lewat online pasti main-main (bermain) dan tidak fokus," ujar Hariati Haibu, salah satu orangtua siswa di Gowa Sulawesi Selatan sebagaimana dikutip dari Antara (24/7/2020).

Baca juga: Vaksin Corona dari Oxford Dinilai Aman, Dijanjikan Siap pada September

Beberapa netizen pun menuliskan harapannya di media sosial Twitter.

"Ya Allah plis semoga aku segera sekolah tatap mukaLoudly crying face klean cape gasi onlen terus:(( ari wisata dibuka sakola ditutup wae:(( plisssssss leheung kalo memadai sarana prasarana nya kalo onlen tehh!!!!????!!!!!Loudly crying faceLoudly crying faceLoudly crying face," tuls akun @Nyumayy_

Sementara itu, seperti diberitakan Kompas.com (27/7/2020), Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo pun memberikan sinyal penyelenggaraan sekolah tatap muka di luar zona hijau Covid-19.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X