Mengenal Ikan Elang atau Tiger Fish yang Diburu karena Harga Jual Tinggi

Kompas.com - 28/07/2020, 10:50 WIB
Ikan elang atau Tiger Barb Fish. Ikan hias ini sedang gencar diburu, karena harga jualnya yang menggiurkan. ShutterstockIkan elang atau Tiger Barb Fish. Ikan hias ini sedang gencar diburu, karena harga jualnya yang menggiurkan.

KOMPAS.com - Ikan elang atau kadang disebut juga tiger fish, saat ini gencar diburu oleh warga Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

Pasalnya, ikan elang atau tiger fish, merupakan jenis ikan hias yang memiliki harga jual cukup tinggi, terutama jika memiliki warna dan corak sisik yang sempurna.

Melansir Antara, Selasa (28/7/2020) ikan elang dijual dengan harga Rp 25.000 untuk ukuran 1 cm. Jika ukurannya mencapai 10 cm, maka harganya Rp 250.000.

Harga tersebut bisa lebih tinggi lagi jika ikan yang dijual memiliki corak atau bentuk yang bagus, tidak kurang dari Rp 1 juta.

Bahkan, ada yang pernah menjual ikan elang sebesar 15 cm dengan harga Rp 25 juta.

Sebagian besar pembeli ikan ini berasal dari Jakarta, dan akan diekspor lagi ke Vietnam.

Selain mengetahui harga jualnya yang menakjubkan, tentu tidak lengkap bila tidak mengenal seluk-beluk ikan elang.

Baca juga: Apakah Ikan Pernah Tidur?

Berikut profil ikan elang atau tiger fish, dilansir dari The Spruce Pets, Selasa (28/7/2020).

Asli Nusantara

Ikan elang atau tiger fish atau tiger barb fish adalah ikan asli Nusantara.

Ikan ini bisa ditemukan di Pulau Kalimantan, Semenanjung Malaya, Thailand, dan juga Pulau Sumatera.

Selain itu, ikan ini juga dibudidayakan di Singapura, Australia, Amerika Serikat, dan Kolombia.

Di habitat asli mereka, ikan-ikan ini mendiami sungai yang tenang dengan naungan jajaran pohon, dan anak-anak sungai yang dilapisi pasir, batu, dan tumbuh-tumbuhan lebat.

Tiger fish memakan serangga, alga, dan invertebrata. Ikan ini juga menyukai air jernih dengan kadar oksigen tinggi.

Ikan elang memiliki warna oranye dengan corak loreng berwarna hitam di tubuhnya. Itulah sebabnya ikan ini disebut juga tiger fish atau tiger barb fish, yang berarti ikan harimau atau ikan loreng harimau.

Tidak hanya oranye, ada pula ikan elang dengan sirip berwarna merah. Dalam beberapa tahun terakhir, pengembangbiakan selektif telah menciptakan beberapa variasi warna yang meliputi hijau, hitam, merah, dan albino.

Ikan elang bereproduksi dengan cara bertelur. Ketika dewasa, tubuh mereka bisa mencapai panjang 7-15 cm dan bisa bertahan hidup sampai usia enam tahun.

Ikan betina memiliki perut yang lebih lebar dan lebih bulat serta memiliki ukuran tubuh yang lebih besar dan lebih berat dibanding pejantan mereka.

Sementara itu, ikan jantan diidentifikasi dengan warna cerah dan hidung merah yang mereka kembangkan selama proses pemijahan.

Baca juga: Mengenal Ikan Aligator, Tak Boleh Dipelihara dan Berbahaya bagi Ekosistem

Memelihara ikan elang

Ikan elang atau tiger fish atau tiger barb fish.Shutterstock Ikan elang atau tiger fish atau tiger barb fish.
Sebagai ikan hias, ikan elang tentu bisa dipelihara di akuarium. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat memelihara ikan ini.

Pertama, mengenai habitat akuarium tempat ikan elang akan tinggal. Ikan ini bisa hidup di berbagai kondisi air.

Akan tetapi, mereka lebih menyukai air yang bersih, lembut serta memiliki kadar keasaman atau pH rendah.

Tangki yang ideal untuk ikan elang adalah yang area terbuka luas untuk berenang, dilengkapi dengan banyak tanaman hidup atau buatan di sekitar pinggiran tangki.

Suhu tidak terlalu menjadi masalah, bahkan ikan elang dapat dipelihara dalam tangki tanpa pemanas.

Beri pencahayaan yang baik dan penataan dasar tangki yang bagus dengan menambahkan media tanam untuk tumbuhan.

Kedua, terkait masalah pakan. Ikan elang menerima hampir semua makanan, tetapi mereka harus diberikan berbagai makanan untuk menjaga sistem kekebalan tubuh yang sehat.

Pakan yang digunakan bisa pakan olahan atau pakan segar seperti udang air asin, cacing darah, dan hati sapi.

Ikan ini akan dengan cepat melahap invertebrata air kecil dan bahkan sayuran yang sudah dimasak.

Ketiga, ikan lain yang ada di akuarium. Ikan elang memiliki sifat agresif terhadap ikan lain, oleh karena itu, bila berencana memelihara ikan ini dengan ikan lain.

Oleh karena itu, perlu diperhatikan jenis ikan yang akan menemani ikan elang dalam akuarium.

Ketika sendiri atau dalam kelompok yang terdiri dari dua hingga tiga ekor ikan, ikan elang akan meneror hampir semua ikan yang tinggal di tangki yang sama.

Namun, jika mereka tinggal dalam kelompok berjumlah setengah lusin atau lebih, mereka biasanya akan terus berkelahi dengan jenis mereka sendiri.

Oleh karena itu, tidak pernah disarankan untuk memelihara ikan elang di dalam tangki yang sama dengan ikan yang jinak, bergerak lambat, atau bersirip panjang seperti ikan angelfish atau ikan cupang.

Membudidayakan ikan elang

Ikan elang akan memakan telur mereka sendiri jika mereka memiliki kesempatan.

Oleh karena itu, disarankan untuk membuat tangki penangkaran terpisah yang dapat berfungsi ganda sebagai tangki pembesaran untuk benih.

Untuk memperoleh pasangan, pertahankan setidaknya setengah lusin ikan dan biarkan mereka berpasangan.

Berikan mereka pakan hidup, dan sekali pasangan sudah terbentuk, pindahkan mereka ke tangki penangkaran yang terpisah.

Tangki penangkaran harus memiliki air bersih dan lembut,  tingkat keasaman tepat, tanaman berdaun halus, dan dasar tangki yang bersih.

Beberapa peternak menggunakan kelereng atau grid di bagian bawah, yang memungkinkan telur jatuh dengan aman.

Perlu diingat bahwa jika bagian bawah tangki kosong, sangat penting untuk mengamati dengan cermat proses pemijahan.

Ikan elang harus segera dipindahkan setelah pemijahan selesai, sebelum mereka dapat memangsa telur mereka sendiri.

Pemijahan biasanya akan terjadi di pagi hari. Jika pasangan pengembangbiakan tidak memijah dalam satu atau dua hari, menaikkan suhu air satu atau dua derajat lebih hangat dari biasanya akan memicu pemijahan.

Cara lain adalah dengan menurunkan level air pada tangki hingga 3 cm, kemudian gunakan alat penyiram untuk menambahkan air yang lebih dingin ke dalam tangki.

Gemericik air akan menyerupai kondisi musim hujan alami dan membuat ikan berpikir bahwa sudah waktunya untuk bertelur.

Betina akan bertelur sekitar 200 telur berwarna transparan atau kekuningan, sementara pejantan akan segera membuahi.

Segera setelah telur dibuahi, pasangan pengembangbiakan harus dikeluarkan.

Telur akan menetas dalam waktu sekitar 36 jam, dan benih akan berenang bebas setelah lima hari.

Beri makan benih dengan udang air asin yang baru menetas sampai cukup besar untuk menerima pakan olahan yang dihaluskan.


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[KLARIFIKASI] Informasi Penerimaan Pegawai di Biro Umum & PBJ Setjen Kemendikbud

[KLARIFIKASI] Informasi Penerimaan Pegawai di Biro Umum & PBJ Setjen Kemendikbud

Tren
Kemenag Salurkan BSU Rp 1,8 Juta untuk Guru Non-PNS, Ini Rinciannya...

Kemenag Salurkan BSU Rp 1,8 Juta untuk Guru Non-PNS, Ini Rinciannya...

Tren
Sejumlah Petugas Medis di AS Enggan Jadi Pihak Pertama yang Terima Vaksin Covid-19

Sejumlah Petugas Medis di AS Enggan Jadi Pihak Pertama yang Terima Vaksin Covid-19

Tren
Indofood Group Buka Lowongan Pekerjaan di Banyak Posisi, Ini Perincian dan Syaratnya...

Indofood Group Buka Lowongan Pekerjaan di Banyak Posisi, Ini Perincian dan Syaratnya...

Tren
Video Viral Sopir Bus Dihajar Warga karena Ngeblong di Lamongan

Video Viral Sopir Bus Dihajar Warga karena Ngeblong di Lamongan

Tren
Kirim Surat ke Kemenkumham, AIMI Minta Pemenuhan Hak Menyusui untuk Vanessa Angel

Kirim Surat ke Kemenkumham, AIMI Minta Pemenuhan Hak Menyusui untuk Vanessa Angel

Tren
Dewan Pengawas Facebook Tinjau 6 Kasus, 3 di Antaranya Ujaran Kebencian

Dewan Pengawas Facebook Tinjau 6 Kasus, 3 di Antaranya Ujaran Kebencian

Tren
Mulai 4 Desember, Taiwan Larang Masuk Pekerja Migran dari Indonesia

Mulai 4 Desember, Taiwan Larang Masuk Pekerja Migran dari Indonesia

Tren
H-6 Pilkada 2020 dan Lonjakan Kasus Covid-19 di Indonesia

H-6 Pilkada 2020 dan Lonjakan Kasus Covid-19 di Indonesia

Tren
Vaksin Pfizer dan BioNTech Dinilai Aman, Akan Digunakan di Inggris

Vaksin Pfizer dan BioNTech Dinilai Aman, Akan Digunakan di Inggris

Tren
Update Corona Dunia 3 Desember: Inggris dan Rusia Luncurkan Vaksin Covid-19 Pekan Depan

Update Corona Dunia 3 Desember: Inggris dan Rusia Luncurkan Vaksin Covid-19 Pekan Depan

Tren
Simak, Ini Berbagai Penelitian Golongan Darah dan Risiko Covid-19

Simak, Ini Berbagai Penelitian Golongan Darah dan Risiko Covid-19

Tren
WHO Perketat Pedoman Penggunaan Masker untuk Covid-19, Bagaimana Isinya?

WHO Perketat Pedoman Penggunaan Masker untuk Covid-19, Bagaimana Isinya?

Tren
Cek Suhu Tubuh Pakai Thermo Gun, Bagian Tubuh Ini yang Paling Akurat

Cek Suhu Tubuh Pakai Thermo Gun, Bagian Tubuh Ini yang Paling Akurat

Tren
INFOGRAFIK: 10 Lembaga Nonstruktural yang Dibubarkan Presiden Jokowi

INFOGRAFIK: 10 Lembaga Nonstruktural yang Dibubarkan Presiden Jokowi

Tren
komentar
Close Ads X