Covid-19 di Indonesia Capai 100.000 Kasus, Situasi Masih Krisis, dan Kewaspadaan Kita

Kompas.com - 28/07/2020, 10:14 WIB
Ratusan calon penumpang KRL Commuter Line mengantre menuju pintu masuk Stasiun Bogor di Jawa Barat, Senin (8/6/2020). Antrean panjang calon penumpang tersebut terjadi saat dimulainya aktivitas perkantoran di Jakarta di tengah masa transisi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/wsj.Ratusan calon penumpang KRL Commuter Line mengantre menuju pintu masuk Stasiun Bogor di Jawa Barat, Senin (8/6/2020). Antrean panjang calon penumpang tersebut terjadi saat dimulainya aktivitas perkantoran di Jakarta di tengah masa transisi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pandemi COVID-19.

KOMPAS.com - Perkembangan pandemi Covid-19 di Indonesia semakin meningkat dari hari ke hari.

Pada Senin (27/7/2020), jumlah infeksi virus corona di Indonesia sudah mencapai 100.000 kasus.

Hasil ini berdasarkan pembaruan data yang disampaikan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 melalui laman covid19.go.id.

Sejak awal kasus ditemukan pada 2 Maret 2020, hingga saat ini sudah Indonesia sudah mencatatkan 100.303 kasus infeksi dengan 1.525 kasus baru selama 24 jam terakhir.

Sementara itu, 58.173 orang  dan 4.838 kasus lainnya berujung kematian.

Baca juga: UPDATE: Kasus Covid-19 Indonesia Lewati 100.000, Bertambah 1.525

Kondisi masih krisis

Pemerintah, melalui Juru Bicara Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito menegaskan, kondisi masih krisis.

"Pada hari ini kasus mencapai 100.303. Hari ini adalah Indonesia mencapai angka yang secara psikologis cukup berarti, yaitu 100.000, dan ini mengingatkan semua pihak bahwa Indonesia masih dalam kondisi krisis," kata Wiku, dalam keterangan pers, seperti diberitakan Kompas.com, Senin (27/7/2020).

Meski posisi Indonesia masih berada di urutan 142 dunia, jika menghitung jumlah kasus per 1 juta penduduk, hal ini tidak lantas membuat kondisi secara nasional disebut aman.

"Kondisi ini tidak serta-merta mengatakan Indonesia aman, tapi masih dalam krisis dan kita tidak boleh lengah dalam menghadapi kondisi Covid-19 ini," ujar dia. 

Melihat perkembangan kasus yang terjadi di Indonesia, Pakar Epidemiologi dari Universitas Indonesia (UI), Pandu Riono, menyebut puncak pandemi di Indonesia belum terjadi meskipun saat ini kasus harian relatif meningkat dari sebelumnya.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X