Hape untuk Generasi Muda Indonesia

Kompas.com - 27/07/2020, 09:36 WIB
Sejumlah siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Desa Marmoyo, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, mengerjakan tugas dengan berkelompok menggunakan handphone secara bergantian di rumah warga, Rabu (22/7/2020). KOMPAS.COM/MOH. SYAFIÍSejumlah siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Desa Marmoyo, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, mengerjakan tugas dengan berkelompok menggunakan handphone secara bergantian di rumah warga, Rabu (22/7/2020).


SISTEM pendidikan online yang terpaksa diterapkan akibat pagebluk Corona membuktikan kenyataan bahwa tidak semua generasi muda Indonesia mampu membeli hape (handphone) yang secara langsung memperparah situasi dan kondisi ketidakadilan pendidikan di Indonesia setelah 75 tahun merdeka.

Putus sekolah

Tidak sedikit generasi muda Indonesia tidak mampu melanjutkan pendidikan bukan akibat kurang cerdas atau kesehatan terganggu namun sekedar akibat tidak mampu membeli hape untuk menempuh pengajaran secara online.

Bahkan tidak sedikit orang tua terpaksa berbuat kriminal demi mampu membeli hape untuk anak apalagi anak-anak mereka.

Kesenjangan sosial antara si kaya dengan si miskin makin melebar sehingga secara frontal berdampak buruk terhadap pendidikan generasi muda bangsa Indonesia yang menurut UU 1945 adalah tanggung jawab negara.

PBB sudah resmi memaklumatkan bahwa akses ke Internet merupakan hak asasi manusia.
Syukur Alhamdullilah, sudah ada LSM seperti gerakan kemanusiaan Gusdurian Peduli di bawah pimpinan putri sulung Gus Dur, Alissa Wahid memberikan sumbangsih hape kepada generasi muda yang membutuhkan.

Baca juga: Donasi Ponsel Bekas untuk Siswa yang Membutuhkan, Mau Berkontribusi?

Namun sampai saat naskah ini ditulis belum terdengar berita bahwa pihak pemerintah resmi turun tangan membantu jutaan pemuda-pemudi Indonesia memperoleh akses ke Internet.

Dampak buruk tidak akan berhenti terbatas pada pendidikan saja namun meluas ke segenap sendi-sendi kehidupan sehingga pasti akan berdampak buruk secara sosial, ekonomi, kebudayaan bahkan peradaban bangsa, negara dan rakyat Indonesia.

Kotak amal

Maka melalui naskah sederhana ini, dengan penuh kerendahan hati saya memberanikan diri kepada yang terhormat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk berkenan resmi menyelenggarakan gerakan kemanusiaan Hape Untuk Generasi Muda Indonesia (HPGMI).

Tugas HPGMI sederhana saja menampung serta menghimpun sumbangsih hape dari masyarakat Indonesia termasuk saya pribadi siap dengan segenap keterbatasan kemampuan menjadi penyumbangsih.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X