Kompas.com - 22/07/2020, 19:45 WIB
Organisasi Penggerak Dok. KemendikbudOrganisasi Penggerak

KOMPAS.com - Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Disdakmen) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyatakan mundur dalam Program Organisasi Penggerak (POP) yang diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Ketua Majelis Disdakmen PP Muhammadiyah Kasiyarno menilai POP sebagai program serius dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan penguatan sumber daya manusia.

Akan tetapi, ada sejumlah pertimbangan utama Majelis Disdakmen PP Muhammadiyah yang mendasari kemundurannya dalam program ini.

Dikutip dari Kompas.tv, Rabu (22/7/2020) disebutkan salah satu alasan mundurnya Muhammadiyah disebabkan kriteria pemilihan organisasi masyarakat yang ditetapkan lolos evaluasi proposal tidak jelas. 

"Karena tidak membedakan antara lembaga CSR yang sepatutnya membantu dana pendidikan dengan organisasi masyarakat yang berhak mendapatkan bantuan dari pemerintah," kata Ketua Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah Kasiyarno dalam keterangan tertulisnya. 

Lantas, apa sebenarnya Program Organisasi Penggerak (POP) Kemendikbud tersebut?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebelumnya, diketahui bahwa POP ini diluncurkan sebagai bagian dari kebijakan Merdeka Belajar episode keempat pada 10 Maret 2020 lalu.

Baca juga: Muhammadiyah Mundur dari Organisasi Penggerak Kemendikbud, Ada Apa?

Program Organisasi Penggerak

Mengutip Peraturan Sekretaris Jenderal Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pedoman Program Organisasi Penggerak untuk Peningkatan Kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Program Organisasi Penggerak merupakan program peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan dengan melibatkan Ormas sebagai mitra yang berdampak pada peningkatan hasil belajar peserta didik.

Melansir Kompas.com, 12 Maret 2020, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menyebut bahwa hadirnya Organisasi Penggerak adalah berdasarkan pengalaman Indonesia selama hampir 20 tahun yang masih belum berhasil meningkatkan hasil belajar siswa.

Melalui POP, Kemdikbud akan melakukan pengidentifikasian program-program pelatihan guru dan kepala sekolah yang terbukti dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.