Bepergian Naik Bus, Perlukah Membawa Hasil Rapid atau Swab Test?

Kompas.com - 20/07/2020, 12:13 WIB
Sejumlah warga membawa barang bawaan menuju bis antar provinsi untuk mudik lebih awal di Terminal Bus Pakupatan, Serang, Banten, Kamis (23/4/2020). Meski pemerintah melarang mudik lebaran tahun 2020, sejumlah warga tetap pulang ke kampung halamannya sebelum puasa dengan alasan sudah tidak ada pekerjaan meski nantinya harus menjalani isolasi mandiri. ANTARA FOTO/ASEP FATHULRAHMANSejumlah warga membawa barang bawaan menuju bis antar provinsi untuk mudik lebih awal di Terminal Bus Pakupatan, Serang, Banten, Kamis (23/4/2020). Meski pemerintah melarang mudik lebaran tahun 2020, sejumlah warga tetap pulang ke kampung halamannya sebelum puasa dengan alasan sudah tidak ada pekerjaan meski nantinya harus menjalani isolasi mandiri.

KOMPAS.com - Pemerintah telah melonggarkan aturan terkait bepergian menggunakan transportasi umum, termasuk menggunakan moda transportasi darat.

Pada masa pandemi virus corona, ada sejumlah protokol dan persyaratan yang harus dicek terlebih dahulu sebelum melakukan perjalanan.

Perjalanan melalui transportasi umum dinilai memiliki risiko penularan virus corona.

Oleh karena itu, penyelenggaran transportasi publik menerapkan sejumlah aturan dan persyaratan yang harus dipenuhi penumpang jika ingin melakukan perjalanan.

Di media sosial, beberapa warganet menanyakan, apa saja syarat yang harus dipenuhi jika bepergian menggunakan bus?

Haruskah mempersiapkan hasil rapid atau swab test negatif seperti halnya jika naik kereta api atau pesawat terbang?

Hanya butuh surat sehat

Kepala Sub Bagian UPT Terminal Dinas Perhubungan (Dishub) Bandung, Jawa Barat, Iwan Nugraha, mengatakan, syarat utama bepergian naik bus adalah keadaan calon penumpang harus fit dan sehat.

Penumpang tidak wajib membawa hasil rapid test untuk berpergian menggunakan bus.

"Naik bis tidak harus ada surat rapid test, hanya surat sehat dari klinik atau puskesmas. Apabila ada surat hasil rapid atau swab test, itu lebih baik," ujar Iwan kepada Kompas.com, Minggu (19/7/2020).

Baca juga: Penghapusan SIKM Dinilai Bisa Genjot Animo Masyarakat Naik Transportasi Umum

Jika ada calon penumpang yang tidak sehat, sebaiknya tidak memaksakan diri untuk menggunakan transportasi umum.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X